Rabu, 03 Jun 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tidur Lelap, Emas dan Uang Belasan Juta Raib

07 April 2020, 11: 40: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

Pencurian

OLAH TKP: Kanit Reskrim Polsek Wilangan Ipda David Eko (kiri) memeriksa sidik jari yang ditemukan di rumah Sumiaji usai pencurian Minggu (5/4) lalu. (Humas Polres Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

WILANGAN, JP Radar Nganjuk- Nasib malang menimpa Sumiaji, 56. Rumah warga Desa Sukoharjo, Wilangan itu disatroni maling pada Minggu (5/4) dini hari lalu. Uang tunai belasan juta rupiah dan emas tiga gram miliknya pun raib saat dia dan keluarganya tengah terlelap.

Kasubbag Humas Polres Nganjuk AKP Sudarman mengatakan, peristiwa pencurian itu baru diketahui Sumiaji saat Subuh. Pria yang baru bangun tidur itu melihat rumahnya dalam keadaan berantakan. Termasuk lemari tempat uang dan emas yang berada di ruangan salat rumahnya.

“Korban mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 04.30. Saat ia bangun tidur dan hendak salat subuh,” ujar Sudarman kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin siang.

Mengetahui kejadian tersebut, Sumiaji langsung melaporkannya ke Polsek Wilangan. Olah tempat kejadian perkara (tkp) pun langsung dilakukan oleh pihak berwajib. Hasil olah TKP yang dipimpin Kanitreskrim Polsek Wilangan Ipda David Eko Prasetyo itu diketahui jika pelaku masuk melalui pintu samping.

Ia merusak kawat ram dengan tang untuk membuka pintu samping. Setelah berhasil masuk ke pekarangan rumah korban, maling merusak pintu dapur dengan tatah.

Setelah itu, pelaku masuk ke rumah induk dengan mencongkel ventilasi dapur. Setelah berhasil masuk, pelaku langsung mengacak-acak isi rumah Sumiaji. Terutama lemari di ruang salat tersebut. Pakaian dan barang-barang di dalam lemari pun dalam kondisi yang berantakan.  “Pelaku mencuri uang tunai senilai Rp 15 juta dan emas seberat 3 gram milik korban,” tandas perwira dengan tiga balok emas di pundak tersebut. Berdasarkan perkiraan petugas, kerugian yang diderita Sumiaji mencapai total Rp 16 juta.

Lebih lanjut, unit Reskrim Polsek Wilangan kini sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kasus tersebut. Petugas mengaku telah memeriksa beberapa pihak. Hanya saja, minimnya saksi dan tidak adanya Closed Circuit Television (CCTV) membuat proses penyelidikan sedikit terhambat.

“Petugas masih menyelidiki kemungkinan pelakunya,” timpal mantan Kapolsek Loceret tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia