Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Driver Ojek Online Pare Tetap Bekerja di Tengah Pandemi Korona 

Meski Berisiko, Yang Penting Cuci Tangan

06 April 2020, 18: 01: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

ojek online

SAMBUNG HIDUP: Driver ojek online berada di basecamp Jalan Aster, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare. (Rendi Mahendra - radarkediri)

Share this          

Sejak Kelurahan/Kecamatan Pare ditetapkan sebagai zona merah, pesanan ojol merosot drastis. Mayoritas pelanggan mereka– para siswa di Kampung Inggris– telah pulang kampung. Walau wabah virus mengancam, mereka tetap kerja.

RENDI MAHENDRA, KABUPATEN, JP Radar Kediri

Siang itu, sekitar pukul 11.44 WIB terik matahari jatuh dari langit Kelurahan/Kecamatan Pare. Panasnya begitu menyengat membakar kulit. Membikin keringat merembes dari pori-pori.

Baca juga: Rumah Karantina di Desa Kwagean, Loceret Menampung Para Pemudik

Panas yang seperti itu bakal terasa jika di luar rumah. Terlebih jika sedang bekerja. Seperti para driver ojek online (ojol). Tampak di Jalan Aster, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, mereka tengah menunggu pesanan datang.

Sekitar enam orang duduk lesehan ditemani segelas es di sebuah warung yang mereka sebut sebagai basecamp. Salah satu di antara mereka adalah Agus Setiadi. Keringat pemuda 30 tahun itu tampak merembes dari permukaan wajahnya yang bertubuh tambun.

“Di sini sudah tidak ada warung yang buka. Kecuali warung yang bermitra dengan ojol,” jelas dia.

Sebetulnya Setiadi adalah guru honorer. Dia  menjadi guru sejarah di sebuah sekolah swasta. Yakni di SMA Bastren Darul Fatihin, Desa/Kecamatan Badas. Biasanya Setiadi membagi waktu antara mengajar di sekolah dan menjadi driver ojol.

Namun sejak ada kebijakan pemerintah untuk meliburkan sekolah, Setiadi menjadi driver ojol penuh waktu. “Jadi guru honorer itu kan tergantung dari absen masuk kelasnya. Kalau sekolah diliburkan, guru honorer ya tidak digaji,” katanya.

Hari itu, Setiadi menunggu pesanan di basecamp. Dia sudah di sana sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Menunggu telepon seluler (ponsel) pintarnya berdering, tanda ada yang memesan. Namun hingga pukul 11.50 gawainya tak kunjung berdering.

Setiadi mengungkapkan, sejak Pare ditetapkan sebagai zona merah pesanan terhadap ojol turun drastis. Siswa yang belajar di Kampung Inggris, Pare yang menjadi pelanggan para driver itu berbondong-bondong pulang kampung.

 “Alhamdulillah belum dapat pesanan,” canda Setiadi. “Sekarang bisa beli bensin, bisa beli makan saja sudah bersyukur Mas,” imbuhnya.

Padahal di hari-hari biasa, Setiadi mengaku, driver yang berada di Kampung Inggris tersebut bisa mendapat penghasilan Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Itu penghasilan kotor.

“Biasanya jam segini sudah dapat segitu. Terus istirahat pulang dulu. Dilanjut lagi sore sekitar jam 14.00. Sekarang nggak bisa seperti itu Mas. Bekerja 24 jam pun kayaknya nggak mungkin ya dapat segitu,” paparnya.

Pesanan yang banyak itu berasal dari para siswa yang belajar di Kampung Inggris. Bahkan di akhir pekan para driver biasanya mendapat pesanan hingga ke Stasiun KA Kota Kediri di Balowerti.

“Di akhir pekan ke stasiun itu bisa dua kali sehari. Sekarang kan sudah pulang semua, jadi nggak ada yang ke sana,” terang Setiadi.

Tak hanya Setiadi yang ponselnya sepi dengan bunyi dering pesanan. Tapi juga Viktor Andika Saputra, 33, juga driver ojol. Sehari-hari Viktor juga mangkal di basecamp yang berada di Jalan Aster tersebut.

Viktor merupakan driver ojol penuh waktu. Siang itu, dia lebih beruntung. Pasalnya, sekitar pukul 12.00 WIB sudah mendapat satu pesanan. “Sudah dapat satu order-an  ini tadi. Tapi ya masih satu. Biasanya, kalau hari biasa jam segini sudah lima, enam, order-an Mas,” tambah Viktor.

Pekerjaan Viktor dan Setiadi merupakan pekerjaan yang berisiko di tengah badai pandemi korona. Mereka tak bisa work at home dan harus bertemu dengan berbagai orang.

Namun mereka tak punya pilihan lain. “Kalau tidak bekerja kita tidak dapat penghasilan. Meskipun korona ya mau gimana lagi, yang penting rajin cuci tangan sebelum mengantar atau sesudah mengantar order-an,” pungkas Setiadi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news