Rabu, 03 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Covid 19 di Kediri: Begini Kondisi di Ngadiluwih dan Balowerti

05 April 2020, 16: 43: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

ngadiluwih

ISOLASI: Salah satu jalan di Ngadiluwih diberi penghalang bambu. Area tersebut menjalani isolasi mandiri setelah salah satu warganya terkonfirmasi positif korona. (Fajar Rahmad - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Pemkab Kediri terus melakukan upaya pencegahan meluasnya wabah korona. Paling utama adalah memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Terlebih setelah dua pasien dalam pengawasan (PDP) terkonfirmasi positif pada Jumat (3/4) lalu. Tracing pun dilakukan untuk mengetahui siapa-siapa saja yang perlu melakukan isolasi mandiri.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib membenarkan bahwa pemkab telah melakukan tracing atas PDP positif itu. Salah satunya adalah PDP yang meninggal dunia asal Kecamatan Ngadiluwih.

“(Tracing) dilakukan dinkes dan satgas kecamatan, termasuk puskesmas (setempat),” kata Khotib.

korona balowerti

BERJAGA: Petugas di Balowerti, Kota Kediri. (Samsul Abidin - radarkediri)

Penelusuran tersebut dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang perlu mendapat pengawasan lebih lanjut karena memiliki riwayat bertemu dengan PDP positif tersebut. Terutama bagi mereka yang telah melakukan kontak langsung.

Mereka yang tercatat dalam proses tracing ini akan masuk orang dalam risiko (ODR). Untuk kelompok ini mereka diimbau melakukan prosedur sesuai standar perlakukan pada ODR.

“Standar untuk ODR adalah isolasi mandiri di rumah selama 14 hari sejak kontak terakhir,” ungkap dr Khotib. Terkait PDP positif asal Kecamatan Ngadiluwih, dr Khotib juga menegaskan yang bersangkutan tak punya riwayat perjalanan dari luar daerah atau luar negeri (LN).

Di sisi lain, beberapa nama juga sudah diperoleh dari hasil tracing. Mereka didapat dari beberapa aktivitas. Seperti siapa saja yang datang bertakziah di rumah duka, siapa yang b erada di makam ketika pemakaman jenazah, termasuk siapa yang berada di halaman dan jalan sekitar rumah duka. Total ada puluhan orang yang tercatat. Mereka itu sudah diberi imbauan agar melakukan protokol isolasi mandiri.

Sementara dari pihak kecamatan, kemarin di wilayah Ngadiluwih dekat rumah duka juga dilakukan pemantauan ketat. Seperti pembatasan di salah satu jalan di Ngadiluwih. Dengan penjagaan petugas kepolisian.

Terkait PDP lain di Kabupaten Kediri, dr Khotib menyebut hingga kemarin kondisinya baik. “Alhamdulillah baik,” jelasnya.

Untuk diketahui, kasus Covid-19 di Kabupaten Kediri mengalami penambahan. Itu setelah keluarnya hasil tes swab pada Jumat (3/4) malam. Hingga kemarin, pasien dalam pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kediri berjumlah empat orang. Dua di antaranya diketahui meninggal dunia sebelum hasil tes swab keluar. Sementara dua pasien positif lain masih dirawat intensif di RSUD Kabupaten Kediri.

Dari Kota Kediri, setelah menjalani tiga hari isolasi mandiri, warga yang berada di salah satu gang di Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota, hari ini ulai diberi kelonggaran. Mereka diperbolehkan keluar dari lingkungannya dengan beberapa catatan dan tindakan khusus. Keputusan ini menyusul hasil rapat evaluasi yang telah dilakukan pihak BPBD dan pihak-pihak terkait di lingkungan tersebut.

Meskipun akan memberi kelonggaran, penjagaan tetap berlangsung ketat. Hingga kemarin setidaknya lima petugas yang bersiaga di depan gang.

“Lima orang yang berjaga di depan pintu masuk gang. Mereka berasal dari BPBD, polisi, TNI, linmas, dan perwakilan warga,” terang Muani, anggota BPBD Kota Kediri.

Isolasi mandiri warga di salah satu gang di Kelurahan Balowerti itu berlangsung sejak Kamis (2/3). Setelah salah satu warganya terkonfirmasi positif Covid-19. Setelah berlangsung tiga hari, aturan isolasi mulai dilonggarkan.

“Besok diperkenankan keluar dengan catatan yang harus dipenuhi oleh warga yang berkepentingan,” ujar Muani.

Beberapa catatan harus dipenuhi oleh warga yang ingin keluar area isolasi. Yaitu harus disemprot disinfektan, tangan harus dibersihkan, menulis nama, tujuan keluar, serta waktunya. “Pulang juga harus laporan lagi, dicocokkan dengan data yang ada,” tambahnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kediri, suasana lingkungan tersebut terlihat sepi. Hanya ada beberapa warga yang berada di dalam gang. Mereka beraktivitas seperti mencuci mobil, mengangkat jemuran, maupun mendorong kereta bayi.

Warga yang diisolasi tersebut sempat mendapat bantuan bahan makanan. Yaitu pada hari pertama masa isolasi. Bantuan itu untuk waktu 14 hari.

Disinggung mengenai pemenuhan kebutuhan pokok, Muani menyebut akan dikoordinasi perwakilan warga. “Yang bisa keluar masuk hanya beberapa warga saja. Untuk masalah belanja dikoordinir oleh salah seorang warga,” jelasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia