Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Events
icon featured
Events

Dampak Baik yang Patut Disyukuri dari Covid-19

02 April 2020, 20: 00: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

Stay at Home Radar Kediri

Bersyukur (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

Tahun 2020. Tahun ini memang sangat jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Banyak hal yang telah terjadi. Dan itu semua di luar dugaan semua umat.

Waktu bergerak begitu cepat. Tidak semua orang sadar akan hal tersebut. Dan kini kita semua berada dalam hal yang sama. Berada pada titik terlemah kehidupan. Pada titik maraknya wabah Covid-19.

Awalnya sih tidak berdampak pada Indonesia. Tapi entah kenapa virus itu bisa sampai di negeri ini. Hingga sampai sekarang kasus tersebut belum terselesaikan.

Stay at Home Anak Sekolah

Stay at Home Anak Sekolah (radarkediri)

Seiring bertambahnya hari, si Covid makin senang beredar. Semakin lama semakin banyak korban yang direnggutnya. Hari demi hari telah berlalu, hingga sekarang sudah banyak korban yang meninggal karena virus tersebut. Dan karena virus itu juga kini sekolahku diliburkan.

Inilah kisahku belajar selama di rumah.

     Sekolah diliburkan. Awalnya aku senang. Karena yang ada di benakku, aku bisa belajar maksimal dengan waktu yang lebih banyak. Aku ini pelajar aliyah kelas 12. Dengan libur sekolah berarti aku punya banyak peluang untuk memahami semua materi. Apalagi inikan H-14 Ujian Nasional.

Kali pertama kali yang kulakukan adalah memanjatkan rasa syukurku kepada Illahi, yang mana telah memberikan aku kesempatan untuk ikhtiar dengan lebih baik lagi :)

     Hari demi hari kujalani masih dengan semangat belajar. Namun pada hari ke-5 aku sudah merasa bosan. Aku tidak punya teman. Aku belajar sendirian di rumah. Aku sudah mulai malas belajar. Karena belajar sendiri itu nggak ada seru-serunya. Akupun merasa bosan. Tapi aku tetap berada di rumah kok. Aku tidak pergi ke mana-mana. Hanya saja aktivitasku beralih menjadi main medsos.

    Banyak orang yang aku hubungi. Hingga aku curhat ke semuanya tentang apa yang aku rasakan. Aku terharu. Karena pada intinya mereka mengatakan hal yang sama. Mereka bilang, aku ggak boleh patah semangat. Apalagi sebentar lagi aku akan menghadapi ujian nasional.

Lagi-lagi yang kulakukan adalah memanjatkan rasa syukurku kepada Illahi. Dengan datangnya rasa bosanku, kini aku mendapat motivasi belajar. Dan akupun kembali semangat belajar :)

    Suatu hari aku mendengar kabar Ujian Nasional (UN) 2020 diundur. Tidak perlu ditanya lagi, pastinya ya dikarenakan wabah si Covid-19. Namun beberapa hari kemudian aku mendengar kabar lagi, ternyata UN 2020 ditiadakan. Ditambah kabar tentang diundurnya pendaftaran SBMPTN. 

Waow,, aku nggak tahu harus ngapain. Aku kaget mendengar semua kabar tersebut. Yang kurasakan adalah, ternyata Allah masih memberiku nikmat yang harus kusyukuri.

    Walaupun berada dalam keterpurukan wabah Covid-19 seharusnya kita tetap sadar bahwa akan lebih banyak karunia dan nikmat Illahi yang seharusnya kita syukuri. Salah satunya adalah ditiadakannya UN 2020. Terima kasih ya Allah.

Iman Fatmawati

MAN 2 Kediri (Purwoasri)

 *) Tulisan ini dinilai terbaik untuk edisi Kamis (2/4). Hadiah berupa suvenir cantik akan diantar ke sekolah setelah masa Stay at Home selesai.  

Klik di sini dan ayo, tulis pengalamanmu belajar di rumah! Terbit di Jawa Pos Radar Kediri dan ada hadiah menarik lho..

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia