Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Tahap Pertama Lepas 11 Narapidana

Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Lapas

02 April 2020, 16: 11: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

Pencegahan Korona di Lapas (Ilustrasi: Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Lapas Kelas II B Nganjuk membebaskan 11 narapidana kemarin. Hal tersebut sebagai salah satu antisipasi penyebaran virus korona baru di lembaga pemasyarakatan. Rencananya ada sekitar 100 warga binaan yang akan dilepas secara bertahap.

Kepala Lapas Kelas II B Nganjuk Sudarno mengatakan, pembebasan narapidana akan dilakukan bertahap hingga Selasa (7/4) nanti. “Berdasar pendataan ada sekitar 100 (narapidana, Red) yang memenuhi syarat untuk dibebaskan,” ujar Sudarno kepada koran ini.

Apa saja syaratnya? Sesuai ketentuan dari Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenkum HAM), ada beberapa poin yang harus dipenuhi agar narapidana bisa dibebaskan. Yaitu, sudah menjalani setengah dari masa pidana. Ketentuan itu berlaku untuk pidana minimal enam bulan.

Selanjutnya, 2/3 masa pidana narapidana maksimal sampai 31 Desember tahun ini. “Kalau lewat itu (31 Desember 2020, Red) tidak bisa dibebaskan,” lanjut pria yang akrab disapa Darno ini.

Narapidana apa saja yang bisa mengikuti pembebasan ini? Ditanya demikian, Sudarno menjelaskan, ada beberapa narapidana yang tidak bisa mengikuti pembebasan ini. Mulai narapidana narkoba, korupsi, ilegal logging, ilegal fishing. Kemudian, traficking, terorisme, dan beberapa kasus lainnya. “Sesuai ketentuan PP 99 (PP No. 99/2012, Red),” terang Sudarno.

Untuk diketahui, saat ini jumlah narapidana yang menghuni Lapas Kelas II B Nganjuk sebanyak 363 orang. Jika ada sekitar 100 narapidana yang dibebaskan hingga Selasa (7/4) nanti, berarti masih ada 263 narapidana dan tahanan di sana.

Jumlah penghuni lapas bisa kembali bertambah jika dalam kurun waktu seminggu ke depan mereka kembali mendapat titipan tahanan dan kejaksaan atau kepolisian. “Meski sudah dikurangi 100 narapidana masih tetap overload,” tutur Sudarno.

Idealnya, menurut Sudarno, lapas Nganjuk hanya dihuni 143 orang. Karenanya, dengan jumlah penghuni yang lebih dari 250 orang, kondisi di dalam lapas tetap saja berjejal. “Dibanding lapas lain seperti Medaeng (Sidoarjo) dan Mojokerto, di sini relatif tidak overload,” tandas Sudarno.

Dengan kondisi tersebut, Sudarno menegaskan, pihak lapas tetap melakukan antisipasi agar rutan Nganjuk tidak terkena wabah korona. Di antaranya, dengan menghentikan jadwal kunjungan keluarga tahanan dan narapidana.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan tiap dua hari sekali. “Kamar tahanan kami semprot. Setiap jam 10.00 narapidana dan tahanan juga kami minta berjemur agar tetap sehat,” imbuhnya

Pencegahan Korona di Lapas:

-Lapas melepas 11 narapidana dalam pembebasan bersyarat tahap pertama, kemarin

-Total ada sekitar 100 narapidana yang akan dibebaskan bertahap hingga 7 April

-Meski ada 100 narapidana yang dilepas, Lapas Nganjuk tetap masih overload

-Untuk mencegah korona mewabah di sana, pihak lapas melakukan penyemprotan disinfentan dan meminta penghuni berjemur

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia