Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Siapkan Skenario Karantina Wilayah

02 April 2020, 16: 05: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

SERIUS: Bupati Novi (tengah) berbincang dengan perangkat desa Sudimoroharjo, Wilangan terkait pencegahan korona yang mewabah. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

Keberadaan empat warga Kota Angin yang dinyatakan positif Covid-19 langsung direspons dengan persiapan karantina wilayah. Penerapan skenario ini menunggu pengkajian hasil screening kontak empat pasien positif korona yang dilakukan mulai tadi malam.

Bupati Novi Rahman Hidhayat mengungkapkan, karantina wilayah, kalaupun diterapkan, hanya akan dilakukan pada radius tertentu. “Yang menentukan radiusnya dinkes. Salah satu tolok ukurnya kontak di sekitar rumah,” ungkap Novi.

Karantina wilayah, beber Novi, biasanya cukup dilakukan di satu lingkungan atau gang. Penerapan yang lebih luas dilakukan jika yang bersangkutan sempat pergi ke luar rumah.

Seperti karantina di daerah lain, warga yang masuk daerah karantina dilarang keluar rumah. Sebagai gantinya, mereka akan dibantu kebutuhan sehari-harinya. “Satu orang akan dibantu kebutuhan belanjanya Rp 25 ribu per hari,” lanjut Novi.

Untuk diketahui, sebelumnya Pemkab Nganjuk menyiapkan dana Rp 19,3 miliar untuk penanganan Covid-19. Dana tersebut berasal dari realokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) senilai Rp 6,3 miliar. Kemudian, realokasi dana insentif daerah (DID) Rp 11,7 miliar, dan belanja tak terduga Rp 1,4 miliar.

Apakah kebutuhan untuk karantina wilayah juga diambilkan dari anggaran tersebut? ditanya demikian, Novi menyebut anggaran karantina akan dibahas bersama forkopimda.  Anggaran total Rp 19,3 miliar, jelas Novi, digunakan untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) dan obat-obatan.

Adapun untuk karantina wilayah nanti disiapkan pos khusus. “Perubahan anggaran penanganan Covid-19 tetap sesuai koridor aturan yang ada. Tidak mungkin penggunaan anggaran tanpa dasar seperti PP atau aturan lainnya,” terang bupati muda itu memastikan pemkab sudah mengirim surat ke DPRD Nganjuk, kemarin.

Sementara itu, dalam karantina wilayah nanti, tim kesehatan dan desa akan berperan besar dalam pengawasan. Termasuk memantau siapa saja yang masuk ke desa atau pulang kampung.

Karenanya, pemkab akan mengintensifkan koordinasi dengan pihak desa agar penanganannya bisa lebih optimal lagi. Jika saat ini para relawan Covid-19 yang ada di desa tidak dibekali peralatan khusus, ke depan mereka akan mendapatkan dukungan alat.

Di antaranya thermo gun. “Thermo gun dibutuhkan untuk screening awal mereka yang baru pulang dari kampung,” tegasnya sembari menyebut relawan dan petugas kesehatan akan dibekali alat tersebut agar bisa memantau mereka yang sakit.

Selebihnya, mereka juga akan mendapat APD. Meski, diakui Novi jika saat ini pemkab kesulitan untuk mencari APD. Bantuan dari pusat yang sangat minim, biasanya sudah habis untuk kebutuhan rumah sakit. “Tidak sampai didistribusikan ke puskesmas. Nggak cukup,” tandasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia