Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Covid-19 di Kediri: Diagnosa Positif atau Tidak Menunggu Pusat

01 April 2020, 18: 30: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

covid 19 ngadiluwijh

MANDIRI: Warga Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, melakukan upaya penyemprotan pada pengendara yang melintas di daerahnya. (Fajar Rahmat for radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Masyarakat, sepertinya, harus lebih bijak dalam menyikapi informasi-informasi terkait Covid-19. Terutama yang terkait dengan informasi apakah pasien dalam pengawasan (PDP) itu positif atau tidak. Sebab, bila tidak bijak yang terjadi adalah kepanikan yang justru merugikan.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 mengingatkan, diagnosa positif tidaknya seorang PDP menunggu keputusan pemerintah. Tidak semua orang bisa memastikan yang bersangkutan itu positif korona. Meskipun, kewaspadaan dari masyarakat memang diperlukan saat ini. Tapi hal itu tak boleh sampai membuat panik masyarakat.

“Sambil menunggu (hasil pemeriksaan swab), kehati-hatian masyarakat harus ditingkatkan. Dengan  budaya cuci tangan pakai sabun serta  kepatuhan terhadap social dan physical distancing harus tetap dipatuhi,” kata juru bicara GTPP Covid-19 dr Ahmad Khotib.

korona

MELAJU : Mobil water canon milik Polres Kediri Kota menyemprotkan disinfektan di Jalan Dhoho, kemarin pagi. (Iqbal Syahroni - radarkediri)

Menurut Khotib, selama ini masyarakat jika ada kondisi tetangganya merujuk ke Covid-19 selalu didera rasa panik. Dalam mengantisipasi hal tersebut, tentu keluarga yang bersangkutan perlu kesadaran diri dan mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah. Yakni segera isolasi diri untuk menjaga kondisi hingga hasil benar-benar keluar.

Saran Khotib, bagi masyarakat memang perlu menjaga dan melindungi  dirinya masing-masing dengan perilaku hidup sehat.  “Serta tidak usah keluar rumah kalau bukan karena ada kepentingan mendesak,” jelasnya.

Kepanikan itu seperti yang terjadi terkait kabar adanya orang yang gejalanya merujuk ke Covid-19 di wilayah Kecamatan Ngadiluwih. Dari keterangan Khotib, memang sebelumnya telah dilakukan rapid test dan hasilnya negatif. Namun pemeriksaan rapid itu hanya sebagai screening awal saja. “Harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan tes swab, uji laboratorium untuk menyatakan positif atau tidak,” jelasnya.

Bahkan, prosedurnya perlu dari (pemerintah) provinsi dan pusat. Kemudian hasilnya diturunkan melalui provinsi lagi. Baru diserahkan ke (pemerintah) daerah. Dan hingga kemarin, Khotib menyebut belum ada hasil resmi yang diturunkan. Orang tersebut masih berstatus PDP. “Di Kabupaten Kediri sementara ini menunggu hasil tes swab ada dua orang,” ujarnya.

Terkait pemeriksaan pada pasien yang kontak langsung dengan Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Bambang Triyono Putro, Khotib menyebut pihaknya masih melakukan tracing. Dokter Bambang adalah pasien terkonfirmasi Covid-19. Dia memiliki klinik di wilayah Kecamatan Grogol.

“Semua yang ada di daftar hadir saat itu selama 14 hari terus dipantau. Ada di tiga kecamatan pasiennya. Banyakan, Tarokan, dan Grogol,” jelas Khotib.

Meski dalam praktik yang dilakukan pada 20 dan 21 Maret itu hanya kontak langsung sebentar, namun Khotib menegaskan mereka tetap harus isolasi mandiri selama 14 hari. Sembari dipantau perkembangan kesehatannya.

“Terus dipantau. Kalau ada gejala dan indikasi harus dilakukan pemerikasaan lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu, kewaspadaan tinggi mulai terlihat di wilayah Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih. Di desa ini warga secara mandiri mulai mengantisipasi persebaran virus korona. Caranya dengan menerapkan pemeriksaan bagi yang melintasi daerahnya serta menyemprotkan disinfektan ke pengguna jalan itu.

Setidaknya, warga desa menempatkan enam titik pos pemantauan di seluruh desa. Di tiap titik yang semuanya batas antara desanya dengan desa lain itu ditempatkan bilik penyemprot disinfektan. Yaitu di perbatasan dengan Desa Pule, perbatasan dengan Desa Ngadiluwih, perbatasan dengan Desa Rembangkepuh, perbatasan dengan Dusun Selomanen, dengan  Desa Cendono dan Ringinrejo. Dua nama terakhir itu masuk wilayah Kecamatan Kandat,

Selain menempatkan pos-pos semprot di enam titik itu, pemerintah desa (pemdes) setempat juga menutup beberapa akses perbatasan. Terutama jalan-jalan yang kecil atau jalan tembus ke desa lain. Penutupan itu dilakukan agar mereka yang masuk atau keluar Desa Dukuh melewati pos-pos yang telah disediakan.

“Ini bisa dikatakan isolasi mandiri. Namun dalam lingkup desa. Kami masih bisa beraktivitas tapi dibatasi beberapa ruas jalan di desa,” kata Kades Dukuh Muhammad Junaedi Setiawan.

Menurut kades yang biasa disapa Iwan itu, penyemprotan disinfektan ini akan berlangsung selama empat belas hari kedepan. Dari pukul 07.00 WIB hingga 22.00 WIB. Dalam penyemprotan disinfektan, pengendara sepeda motor diharuskan lewat dalam bilik penyemprotan. Kemudian mengangkat tangan mereka. Juga dilakukan pemeriksaan pada mobil yang terlihat bukan warga asli Desa Dukuh agar diketahui keperluan mereka.

Menurutnya, semua biaya pembuatan disinfektan dan peralatan didanai dari dana desa. Meskipun dana desa belum tercairkan hingga kini. Iwan mengaku jika kegiatan itu sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Desa (Permendes) tahun 2019 tentang penggunaan dana desa. Bahkan tindakan ini di dukung oleh Polsek Ngadiluwih. Agar bisa menjadi contoh bagi desa lain.

Sutrisno, warga desa, mendukung kegiatan yang dilakukan pemerintah desa itu. Meskipun harus bolak-balik terkena semprotan disinfektan jika hendak keluar dari desa. “Saya berharap dengan adanya tindakan ini dapat mengantisipasi virus korona masuk Desa Dukuh,” harapnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melakukan rapid test terhadap mereka yang punya risiko terinfeksi Covid-19. Yaitu kepada mereka yang berstatus orang dalam pengawasan (ODP) serta pasien dalam pengawasan (PDP). Tes tersebut sudah berlangsung mulai Senin (30/3) hingga beberapa hari ke depan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima menjelaskan, rapid test ini sudah ditentukan oleh pihak rumah sakit. “Jadi siapa saja yang harus diperiksa sudah ada standard dan prioritasnya,” tulisnya saat dihubungi via aplikasi perpesanan.

Ia menjelaskan bahwa rapid test ini juga dilakukan secara bertahap. Tergantung klinisnya. Dengan SOP yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Dari laporan dan pemantauan yang dilakukan oleh tenaga medis. “Bukan atas permintaan warga,” imbuh Fauzan.

Hingga saat ini, di Kota Kediri masih ada satu orang yang terkonfirmasi Covid-19. Yaitu warga dari Perumahan Permata Jingga di Kelurahan Tinalan. Sedangkan satu lagi orang yang berstatus PDP hingga kemarin belum terkonfirmasi positif. Warga Balowerti itu saat ini masih dirawat di RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) di Pare. Kondisi kesehatan dua orang itu dikabarkan dalam keadaan baik.

Fauzan menerangkan bahwa pihaknya melakukan tracing penderita dan kontak erat dari PDP yang berada di Kota Kediri. Baik dari Tinalan maupun di Balowerti. “Setelah itu, kami juga akan lakukan rapid test terhadap kontak erat penderita, karena termasuk dalam ODP,” ujar Fauzan.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menjelaskan, hingga saat ini baru di Perumahan Permata Jingga yang dilakukan karantina wilayah. Dengan SOP yang sudah dilakukan dan memperhatikan protokol. “Yakni dengan menyalurkan kebutuhan makanan. Sudah dilakukan juga untuk 125 KK yang ada di Perumahan Permata Jingga,” ujar Mas Abu.

Bahan makanan pokok itu berupa a beras, telur, buah, mi, dan minyak goreng. Sebagaipersiapan karena masa isolasi akan berlangsung selama 14 hari. Warga juga membatasi diri untuk keluar perumahan.

Di Kota Kediri, ada dua PDP. Salah satunya terkonfirmasi Covid-19.  Pasien positif itu hingga saat ini dirawat di RSUD SLG Kabupaten Kediri. Keberadaan satu orang positif korona itu membuat Kota Kediri berstatus zona merah persebaran Covid-19 di Jatim.

Abu berharap warga Kota Kediri tidak panic. Namun tetap waspada. Tidak lupa juga agar selalu mengasihi sesama dan tidak memberikan stigma pada PDP yang sudah positif.

Covid-19 di Kediri per 31 Maret

ODR           : 399

ODP           : 81

PDP            : 1

Konfirm      : 1

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia