Minggu, 31 May 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Petugas Posko Gabungan Periksa Penumpang yang Turun dari KA

01 April 2020, 10: 30: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

CEK SUHU TUBUH: Salah seorang anak yang hendak naik KA di Stasiun Nganjuk melihat thermal gun yang tengah mengarah ke dahinya. Pengecekan suhu tubuh jelang keberangkatan KA rutin dilakukan di semua stasiun. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

Posko di stasiun dan terminal resmi beroperasi mulai kemarin. Mereka bertugas memeriksa penumpang yang baru turun dari bus dan kereta api. Penumpang yang dinyatakan sakit tidak boleh langsung pulang ke rumah. Melainkan dirujuk untuk melakukan pengobatan di rumah sakit.

Pantauan koran ini, salah satu posko ada di Stasiun Nganjuk. Di sana, petugas kesehatan dan tim gabungan memeriksa para penumpang yang baru turun dari kereta api (KA). “Penumpang yang baru turun dimintai data. Mulai KTP dan kota asal mereka,” ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Nganjuk Sujito.  

Lebih jauh Sujito mengatakan, pemeriksaan serupa tidak hanya dilakukan di Stasiun Nganjuk. Melainkan di Stasiun Kertosono, terminal Anjuk Ladang, dan exit tol Begadung. “Semua protabnya sama. Penumpang yang turun dari bus juga diperiksa kesehatannya dan didata,” lanjut pria yang akrab disapa Jito itu.

Korona

SIAP: Petugas gabungan menempati posko Pemkab Nganjuk, bersiap memeriksa penumpang yang turun dari KA. (Rekian - radarkediri.id)

Dikatakan Jito, dengan adanya pendataan tersebut, petugas kesehatan akan lebih mudah memantau orang-orang yang baru masuk ke Nganjuk. Sesuai prosedur yang ditetapkan, para perantau yang pulang ke Nganjuk itu akan langsung masuk data sebagai orang dengan risiko (ODR).

Apakah petugas kesehatan sudah mendapati pendatang yang sakit? Ditanya demikian, hingga kemarin sore menurut Sujito tim gabungan belum menemukan satu orang pun yang sakit. “Semuanya sehat,” terangnya.

Jito menjelaskan, pola pendataan di terminal, stasiun, dan exit tol itu dinilai efektif untuk memantau para pendatang. Meski demikian, dinas perhubungan masih kesulitan memantau perantau yang pulang menggunakan mobil carteran. Pasalnya, mereka tidak turun di terminal. “Mereka turun di jalan. Ini yang menyulitkan pemantauan,” tandasnya.

Karenanya, meski sudah ada posko terpadu, dia berharap semua lini hingga tingkat desa tetap bekerja sama dengan maksimal untuk memonitor para pendatang ini. “Yang tidak terpantau posko bisa dipantau pihak desa,” tegas Jito sembari meminta warga yang baru datang dari luar daerah untuk melapor kepada kepala desa atau bidan desa.

Sementara itu, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan oleh stasiun Nganjuk. Pantauan koran ini kemarin, petugas dari stasiun Nganjuk terlihat mengecek suhu tubuh calon penumpang menggunakan thermal gun. Calon penumpang yang suhu tubuhnya diatas 38 derajat celsius, diminta membatalkan perjalanannya.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengungkapkan, calon penumpang yang diminta membatalkan perjalanan karena suhu tubuhnya tinggi, akan dikembalikan bea yang sudah dibayar. “Dikembalikan 100 persen,” beber Ixfan.

Ixfan menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus korona baru. Mekanisme serupa akan terus dilakukan sampai situasi di Indonesia kondusif. “Terus dilakukan pemeriksaan sampai tidak ada wabah,” imbuhnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia