Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Korban Tenggelam Trayang Ditemukan di Dam Sentanan

31 Maret 2020, 15: 06: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

Laka

EVAKUASI: Tim SAR dan petugas mengangkat jenazah Andri di Dam Sentanan Desa Ngrombot, Patianrowo, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

PATIANROWO, JP Radar Nganjuk-Agung Andri Asmoko, 24, ditemukan mengambang di dam Karet Dusun Klaci, Desa Brodot, Bandar Kedung Mulyo, Jombang, kemarin pagi. Tubuh pemuda yang nekat menceburkan diri ke sungai Brantas pada Sabtu (28/3) pagi lalu itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Kasubbag Humas Polres Nganjuk AKP Sudarman mengatakan, warga setempat mengetahui jasad manusia mengambang di dam tersebut sekitar pukul 09.00. Mendapati hal itu, mereka langsung berkoordinasi dengan perangkat desa, diteruskan kepada jajaran Polsek. “Unit Reskrim Polsek Ngronggot langsung berangkat ke lokasi untuk mengeceknya,” ujar Sudarman kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin siang.

Korps Bhayangkara juga turut meluncur bersama tim SAR gabungan yang telah tiga hari melakukan pencarian. Sesampainya di dam karet, skema evakuasi pun dilakukan. Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, sebelumnya warga setempat sudah mengaitkan jasad Andri dengan tali.

Hal itu dilakukan sembari menunggu tim SAR gabungan datang. Sehingga, jasad tidak terbawa arus sungai Brantas yang cukup deras lantaran beberapa hari turun hujan. Setelah menyiapkan alat dan perlengkapan evakuasi, akhirnya jenazah Andri dapat dievakuasi sekitar pukul 11.30.

“Petugas dan tim SAR gabungan langsung melarikannya ke RSUD Kertosono untuk dilakukan proses identifikasi,” imbuh perwira dengan tiga balok emas di pundak tersebut.

Mulanya, kondisi jenazah sudah cukup susah dikenali. Pasalnya, sekujur tubuhnya membengkak lantaran tiga hari hanyut di sungai. Namun, saat pihak keluarga didatangkan ke ruang jenazah, mereka meyakini bahwa itu adalah sosok Andri. “Pihak keluarga langsung mengurus proses pemakamannya,” tandas Sudarman kepada koran ini.

Sekitar pukul 15.00, jenazah tiba di rumah duka di Dusun/Desa Trayang, Ngronggot. Prosesi pemakaman pun langsung dilakukan setelah jenazah disucikan di RSUD Kertosono dan disalatkan di rumah. Andri dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.

Untuk diketahui, Andri nekat menceburkan diri ke sungai Brantas pada Sabtu (28/3) pagi. Ia diketahui dengan sengaja melompat dari perahu penyeberangan yang beroperasi di desa setempat. Diduga aksi nekatnya itu lantaran dia depresi.

Andri awalnya naik perahu penyeberangan dari sisi barat. Ia hendak menuju wilayah Purwoasri. Namun, ketika telah sampai di sisi seberang, ia tidak lantas turun dari perahu. Melainkan, ikut kembali lagi ke sisi awal di barat sungai Brantas.

“Saat perahu berada di tengah sungai, ia (Andri, Red) justru melompat dari perahu dan menceburkan diri ke sungai,” ujar Kalaksa BPBD Nganjuk Soekonjono kepada koran ini, Sabtu (28/3) lalu.

Awak perahu sejatinya telah mencurigai perilaku Andri. Pasalnya, selain tatapan matanya kosong, saat di atas perahu pun ia berdiam diri seperti sedang merenung. Bahkan, ada yang mengatakan seperti orang yang sedang bermeditasi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia