Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Jumlah ODR Naik Ribuan

Dampak Kepulangan Santri yang Libur

31 Maret 2020, 14: 49: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

RAPAT: Bupati Novi (tengah) bersama Wabup Marhaen (kanan) dan Plt Sekda Nursolekan memimpin rapat penanganan Covid-19 di ruang rapat Anjuk Ladang, kemarin sore. (Sri Utami - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Jumlah orang dalam risiko (ODR) naik tajam. Dalam sehari kemarin, lonjakan orang-orang yang berisiko tertular Covid-19 ini lebih dari 1.000 orang. Pemkab pun langsung mengambil langkah untuk memaksimalkan pengawasan.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, pada Minggu (29/3) lalu jumlah ODR sebanyak 3. 810 orang. Tetapi, kemarin ada penambahan total 1. 286 orang. Sehingga, ODR melonjak menjadi 5. 096 orang. “Lonjakan ini karena kepulangan santri secara serentak,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto.

Lebih lanjut Hendri menjelaskan, ratusan santri mayoritas berasal dari tiga kecamatan. Yaitu, Baron, Tanjunganom, dan Berbek. Jumlah di tiap kecamatan beragam. Mulai Berbek ada 50 santri, Baron 45 santri, dan Tanjunganom sebanyak 100 santri. “Sebelum pulang ke rumah masing-masing, mereka dimonitor puskesmas setempat,” lanjut pria yang juga menjabat sekretaris Dinas Kesehatan Nganjuk ini.

Korona

Pemkab Antisipasi Korona (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Dikatakan Hendri, ratusan santri ini langsung menyandang status ODR. Mereka akan dipantau selama 14 hari. Santri yang sakit dengan ciri-ciri seperti korona, akan masuk kategori orang dalam pantauan (ODP). “Selain karena punya gejala, mereka yang dinyatakan ODP punya riwayat bepergian ke zona merah. Kediri sudah masuk zona merah,” terang Hendri.

Selain ratusan santri tersebut, diakui Hendri, gelombang kepulangan perantau asal Nganjuk dari luar daerah masih terus terjadi hingga kemarin. Gugus tugas, tutur Hendri, mendapat banyak laporan dari desa dan kelurahan. Jumlahnya juga mencapai ratusan orang. “Termasuk dari luar negeri juga ada yang pulang,” tandasnya.

Laporan dari dinas ketenagakerjaan, koperasi, dan usaha mikro (disnakerkop UM), kemarin ada tiga pekerja dari luar negeri yang baru pulang. “Kondisi fisik sehat, tidak ada yang sakit,” tegasnya.

Bagaimana dengan orang dalam pantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP)? Jika ODR naik ribuan, jumlah ODP hanya bertambah satu orang. Jika sebelumnya 23 orang, kemarin menjadi 24 orang.

Pun PDP yang sebelumnya 10 orang menjadi 11 orang. “Faktor risikonya (PDP, Red) dari Surabaya. Sekarang masih dirawat di RSUD Nganjuk,” imbuh Hendri.

Dia berharap mereka yang menjadi ODR, ODP dan PDP yang kini melakukan isolasi diri di rumah, harus tetap menjaga kesehatan dan kebersihan. “Sering cuci tangan, memakai masker dan istirahat yang cukup,” pintanya.

Peningkatan jumlah ODR yang sangat banyak itu langsung direspons Pemkab Nganjuk dengan mendirikan posko pemantauan. Yaitu, di stasiun Kertosono dan stasiun Nganjuk. Kemudian, terminal Anjuk Ladang, serta exit tol Begadung. “Mulai besok (hari ini, Red) posko sudah disiapkan,” beber Novi sembari menyebut pengawasan akan dimaksimalkan.

Tak hanya dalam pengawasan, pengendalian Covid-19 juga dilakukan dengan memperpanjang jadwal belajar di rumah bagi siswa PAUD, TK, SD, dan SMP. Jika awalnya jadwal libur mereka hanya hingga 5 April, diperpanjang hingga 18 April. “Ini (perpanjangan jadwal belajar di rumah, Red) dilakukan menyusul perkembangan kasus korona,” tandas Novi.

Dalam kesempatan kemarin, Bupati Novi langsung memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Mokhamad Yasin untuk berkoordinasi dengan sekolah. “Sekolah juga diingatkan jangan memberi beban tugas kepada siswa yang terlalu berat,” pesannya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia