Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Covid-19 di Kediri: Tiga Tunggu Swab, Satu PDP Bukan Korona

31 Maret 2020, 12: 37: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

permata jingga kediri

AKSES DITUTUP SEMENTARA : Kapolsek Pesantren Kompol PAidi Sadiarto saat sedang berada di luar pintu masuk di Perumahan Permata Jingga, Kelurahan Tinalan, kemarin sore (Iqbal Syahroni - radarkediri)

Share this          

KEDIRI - Status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Kediri hingga tadi malam memang bertambah. Jika sebelumnya 5 orang, kemarin data terbaru menunjukkan 7 orang yang masuk dalam daftar pasien bergejala korona tersebut.

Dua di antara PDP itu masih menunggu hasil swab. Demikian pula satu PDP di Kota Kediri yang juga belum terkonfirmasi positif.

Selain itu, ada satu orang berstatus PDP di Kabupaten Kediri dinyatakan sembuh. Serta dipastikan bukan karena Covid-19. “Satu PDP anak-anak dan dinyatakan sembuh, sudah pulang,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri Ahmad Khotib.

Anak-anak itu, terang Khotib, memang mengalami gejala yang merujuk ke Covid-19. Sehingga ketika sedang dirawat di RSUD SLG, secara otomatis anak itu masuk dalam daftar PDP. Apalagi Khotib menyebut pasien itu baru saja pulang dari Surabaya yang termasuk daerah terjangkit. “Makanya dianggap PDP,” ujarnya. Namun tak lama dirawat, Khotib memastikan anak tersebut sembuh dengan cepat. “InsyaAllah bukan Covid-19. Sekarang kondisinya sudah sehat,” imbuh Khotib.

Status PDP sendiri selama ini ditujukan kepada orang yang telah mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Yaitu demam lebih dari 38 derajat. Atau riwayat demam disertai salah satu gejala penyakit pernapasan seperti batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, pilek, atau pneumonia ringan hingga berat.

Selain itu dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memenuhi salah satu kriteria riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan transmisi lokal. Ataupun memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area terjangkit di suatu daerah di Indonesia.

Sementara itu, untuk satu PDP baru lainnya adalah di Kecamatan Ngadiluwih. Khotib menyebut pada Minggu (29/3) sore yang bersangkutan telah meninggal dunia. Termasuk dalam penanganan pemakaman pun juga dilakukan sesuai protokol pemakaman pasien Covid-19. Meski demikian, hingga tadi malam orang tersebut belum ada kepastian terkonfirmasi Covid-19 atau tidak. “Ini masih belum keluar hasil laboratoriumnya,” jelas Khotib.

Tak hanya pasien meninggal tersebut yang hasilnya belum keluar, kata Khotib, masih ada satu lagi PDP yang saat ini sedang dirawat di RSUD Kabupaten Kediri (RSKK). Pasien itu juga sedang menunggu hasil swab. Sehingga dengan demikian di RSKK ada dua PDP yang sedang dirawat. “Yang satu sudah diumumkan positif,” tambahnya. Yang positif itu, yakni PDP, telah diumumkan sejak 26 maret lalu bersama satu pasien lainnya. Terkait kondisi dr Bambang Triyono Putro yang saat ini dirawat di RSUD SLG, hingga kemarin Khotib menyatakan dalam kondisi baik.

Sementara itu, dari Kota Kediri, imbauan agar warga Kota Kediri yang di luar kota tidak pulang kampong serta melakukan physical distancing di Kota Kediri tetap dilakukan. Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri pun sedang mempersiapkan ruang observasi. Khususnya bagi mereka yang masih menuju ke Kota Kediri.

Saat melakukan konferensi pers online, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menjelaskan bahwa ruang observasi itu untuk warga Kota Kediri yang memang terpaksa pulang ke rumah. “Mungkin seperti warga yang saat ini ada di negara yang sudah di lockdown, lalu harus pulang. Dari Jakarta, lalu ke Surabaya, lalu ke Kediri, ini nanti yang dilakukan observasi,” imbuh Mas Abu.

Ia menjelaskan bahwa bisa saja orang itu menjadi carrier. Bisa menyebarkan ke orang lain. Makanya dilakukan observasi.

Mas Abu menambahkan bahwa imbauan untuk jangan mudik dan pulang ke rumah juga masih terus dilakukan. Karena kepulangan mereka meningkatkan risiko bahaya menularkan ke orang lain.

Wali kota mengimbau kepada seluruh warga, apabila masih ada yang pulang kampung  wajib melaporkan diri. Itu juga untuk berjaga-jaga. Kemudian  bisa dilakukan tracing dari kota mana, atau dari mana saja. “Meski sehat, kan bisa saja orang tersebut juga carrier. Dan bisa menyebarkan ke orang lain,” imbuhnya.

Dalam konferensi pers online Mas Abu juga menjelaskan bahwa untuk PDP di Kota Kediri yang berasal dari Kelurahan Balowerti, hingga sekitar pukul 18.30 WIB, kemarin masih belum terkonfirmasi positif terinfeksi. Warga tersebut, juga merupakan warga asli Kota Kediri.

“Sementara juga terus dipantau, diedukasi. Untuk tetap jaga jarak dan hidup sehat. Jangan panik namun tetap waspada,” imbuhnya.

Ditanya tentang karantina wilayah di Perumahan Permata Jingga, kemarin Pemkot Kediri bersama Dinas Sosial (Dinsos) sudah membagikan bahan pokok makanan untuk 125 KK yang ada di dua RT tersebut. Bahkan dua pintu masuk sudah ditutup. Untuk pengiriman, akan ada kurir dari dalam perumahan yang keluar hingga ke pintu perumahan. Kemudian membawa  masuk bahan bantuan tersebut.

Untuk diketahui di Kota Kediri sendiri, sudah ada dua PDP yang berasal dari Kelurahan Tinalan dan Balowerti. Satu PDP yang berasal dari Tinalan sudah dinyatakan positif terinfeksi. Sedangkan untuk yang di Balowerti masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut.

Suplai Bantuan Perumahan Terisolasi

- Beras                  : 10 kg

- Telur ayam         : 2 kg

- Migor.                : 1 lt

- Kecap.                : 1 set

- Jeruk/buah         : 1 kg

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia