Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Covid-19 di Kediri: Pemkab Berdayakan Kecamatan dan Desa

Belum Karantina Wilayah

31 Maret 2020, 12: 32: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

Penanganan Korona di Kediri

Penanganan Korona di Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Kabupaten Kediri belum melakukan karantina wilayah dalam menyikapi perkembangan persebaran virus korona saat ini. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 memilih menunggu terlebih dulu perangkat aturannya keluar terlebih dulu. Sementara, saat ini aturan berupa peraturan pemerintah (PP) masih digodok oleh Pemerintah Pusat.

Juru bicara Tim GTPP Covid-19 dr Ahmad Khotib mengatakan, hingga kemarin di internal tim belum melakukan pembahasan terkait karantina wilayah. Termasuk soal persiapan bila nanti karantina wilayah diberlakukan. Sebab, pemberlakuan karantina wilayah sangat terkait dengan banyak sektor.

“Kalau (karantina) wilayah masih sulit (diterapkan). Karena harus menyiapkan dan berhadapan dengan banyak hal,” terang Khotib.

Waspada Korona di Kediri

Waspada Korona di Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Sementara ini, yang paling efektif diterapkan di daerah adalah karantina rumah. Artinya, semua orang yang berisiko bisa melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Termasuk mereka yang merasakan gejala ringan tapi tak butuh perawatan. Isolasi rumah tersebut harus dijalankan demi kebaikan dan keamanan bersama.

Selain itu, mereka memang tak menempatkan karantina wilayah sebagai langkah tim. Sebab, yang mengatur soal karantina wilayah itu adalah Pemerintah Pusat. Sementara, saat ini aturan tersebut masih digodok. Mulai dari persiapan logistik, masyarakat, termasuk protokol karantina tersebut dan kesiapan keamanannya.

Yang justru dilakukan tim saat ini adalah mempersiapkan gugus tugas di tingkat kecamatan. Sebab, penanganan di tingkat paling bawah perlu dilakukan. Karena persoalan Covid-19 ini harus disikapi dengan serius.

“Kami menyiapkan gugus tugas sampai tingkat kecamatan. Dan selanjutnya juga disiapkan satuan tugas di tingkat desa,” terang Khotib.

Gugus tugas di tingkat kecamatan ini juga memegang peran sangat penting. Bisa disebut garda depan dalam pendeteksian dan penanganan virus korona. Gugus tugas itu sebagai gate keeper pencegahan dan pengawasan di tingkat bawah. Terutama dalam mendeteksi orang yang memiliki risiko penularan.

Kontrol di lapisan masyarakat paling bawah itu dianggap bisa efektif. Karena bisa mendeteksi lebih dini siapa saja orang dalam risiko (ODR). Sehingga GTPP bisa segera mengambil langkah-langkah antisipasi.

Khotib menambahkan, penyebaran Covid-19 semakin meresahkan masyarakat. Termasuk di tingkat desa. Karena itulah gugus tugas di level terendah sangat penting dibentuk.

“Kami juga menyiapkan satuan tugas di tingkat desa. Nanti sambil menunggu protokol dan PP dari Pusat,” tambahnya.

Sejauh ini, di tingkat desa, telah ada pengawasan dari puskesmas setempat. Yakni bagi mereka yang memiliki gejala merujuk pada Covid-19 agar segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat. Termasuk untuk ketua RT dan RW.

Di Kabupaten Kediri  telah ada instruksi pendataan bagi mereka yang baru saja datang dari luar daerah. Terutama yang datang dari daerah terjangkit Covid-19 atau daerah yang telah ditetapkan sebagai zona merah.

Sejauh ini, pemerintah telah menegaskan beberapa orang yang harus melakukan isolasi mandiri di rumah. Yaitu mereka yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit. Serta yang pernah kontak langsung dengan orang positif korona. Sementara, untuk warga, sebisa mungkin tetap memberlakukan physical distancing di seluruh tempat. Pemerintah Kabupaten Kediri dan Gugus Tugas juga memberi ketegasan melarang adanya perkumpulan dan kerumunan untuk mencegah semakin luasnya penyebaran Covid-19 ini.

Data Terbaru Persebaran Covid-19

ODR               2.722

- Proses Pemantauan   2.366
- Selesai Pemantauan
   356

ODP                141

- Proses Pemantauan   138
- Sehat
                         3

PDP                        7

- Dirawat                       1
- Pulang dan Sehat
       2
- Meninggal
                 2
 

Kasus Terkonfirmasi

Jumlah                       2

- Dirawat                       1
- Meninggal
                  1

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia