Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Suasana Kampung Inggris di Pare setelah Jadi Zona Merah Covid-19

Suara Menghafal Vocabulary Tak Riuh Lagi

31 Maret 2020, 11: 59: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

kampung inggris korona

BERUBAH LENGANG: Peserta kursus bahasa melintasi petugas yang menyemprot disinfektan di Kampung Inggris, Jalan Flamboyan, Tulungarejo, Pare, kemarin. (Rendi Mahendra - radarkediri)

Share this          

Kampung Inggris di Kecamatan Pare ditetapkan sebagai zona merah penyebaran virus korona pada Kamis lalu (26/3). Sejak itu, kondisi desa yang dikenal dengan perkampungan bahasa tersebut berbeda. Lembaga kursus tutup. Siswa pulang kampung, jalan, dan gang pun lengang.

RENDI MAHENDRA, KABUPATEN, JP Radar Kediri

Di Jalan Flamboyan, Kampung Inggris, Pare, petugas menyemprotkan disinfektan pada setiap pengguna jalan. Petugas tersebut berjaga di dua titik. Yakni, di ujung timur dan barat Jalan Flamboyan.

Mereka menyiapkan 32 liter disinfektan cair dalam sehari tugas. Petugas itu bekerja mulai pagi, sekitar pukul 08.00 hingga malam pukul 20.30 WIB. Selain itu, siang kemarin (30/3) sekitar pukul 11.00 WIB, beberapa siswa kursus bahasa asing bergegas menenteng koper.

Mereka hendak pulang ke kampung halamannya. Salah satunya adalah Kristin, 23, yang berasal dari Aceh. Ia bergegas hendak pulang kampung. “Saya terburu-buru ini, mau pulang ke Aceh. Untuk rencana melanjutkan kursus saya belum tahu, mungkin menunggu keadaan membaik,” katanya pada koran ini, kemarin.

Kristin pun kena semprot cairan disinfektan petugas. Selain Kristin, ada tiga siswa lain yang hendak pulang. Rata-rata mereka dari luar Kabupaten Kediri. “Penyemprotan ini dimulai empat hari yang lalu. Kalau setahu saya, di hari keempat ini, pengguna jalan sudah mulai sepi. Anak-anak kursus juga sudah banyak yang pulang. Berbeda dengan hari pertama yang masih ramai,” jelas Kudri Hartanto, Komandan Lapangan BPBD Kabupaten Kediri, yang berjaga di Jalan Flamboyan.

Tim gugus tugas gabungan antara BPBD, satpol-PP, dan pemerintah desa (pemdes) itu tak hanya memastikan pengguna jalan steril dengan menyemprotkan disinfektan. Namun mereka, khususnya dari BPBD, juga menyediakan makanan bagi keluarga yang menjalani karantina mandiri.

Keluarga yang menjalani karantina mandiri itu merupakan keluarga almarhum yang dinyatakan positif korona. “Untuk kebutuhan seperti makanan kita membantu menyediakan. Makanannya kita antarkan hingga pintu depan rumahnya. Kalau yang menjalani karantina di sini satu keluarga sekitar 15 orang,” ungkap Kudri.

Begitulah suasana yang menonjol di Kampung Inggris sejak ditetapkan sebagai zona merah pada Kamis (26/3) lalu.  Selain itu, jalan-jalan serta gang di Kampung Inggris itu makin sepi.

Tak terlihat antrean kendaraan yang melintasi jalanan yang masuk wilayah Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare tersebut. Juga tak terlihat anak-anak muda bersepeda ontel sewaan menuju lokasi-lokasi tempat kursus.

Nyaris seluruh lembaga kursus di Kampung Inggris tersebut tutup. Terlihat dari setiap pintu masuk di lembaga kursus memasang pengumuman bahwa lembaga tersebut tutup.

Tak ada aktivitas belajar-mengajar lagi di Kampung Inggris. Tak ada suara-suara siswa yang menghafalkan vocabulary dengan suara keras. Tempat yang menjadi ikon Kabupaten Kediri itu tampak seperti desa biasa.

Tak hanya lembaga kursus yang tutup sejak ditetapkannya Kampung Inggris sebagai zona merah. Tapi, tempat penyewaan sepeda ontel pun terpaksa harus tutup. Sebab, nyaris seluruh siswa kursus pulang kampung.

Merekalah yang menjadi langganan tempat penyewaan sepeda ontel itu. “Meski kita tetap buka, kalau semua siswa pulang, yang nyewa tidak ada. Harapannya sekarang semoga penyakit ini bisa segera hilang,” jelas Imam, pengelola persewaan sepeda ontel.

Jalan-jalan dan gang di Kampung Inggris itu, jika di hari biasa yang tampak adalah pemuda-pemudi yang berjalan kaki atau mengayuh sepeda ontel menuju atau pulang dari tempat kursus. Namun kemarin (30/3) suasana seperti itu tak ada. Tempat itu benar-benar lengang. Warga pun mulai memasang bambu atau plang untuk menutup jalan.

Penutupan jalan itu dilakukan warga sekitar pukul 14.00 WIB. Jalan yang ditutup warga itu, tepatnya di Jalan Anyelir. Sama seperti di Jalan Flamboyan, Jalan Anyelir tersebut juga ditutup dari dua arah, dari titik timur dan titik barat.

“Ini imbauan dari pemerintah desa. Penutupannya mulai hari ini, rencana nanti juga menyemprot disinfektan di sini,” jelas Yanto, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia