Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Gula Kian Mahal di Kediri

31 Maret 2020, 11: 56: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

harga gula

NAIK LAGI: Nano, pedagang di Pasar Semen, menata gula di tokonya, kemarin. (Samsul Abidin - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Sejumlah barang kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Kediri mengalami kenaikan harga. Salah satunya adalah gula pasir. Harga salah satu sembako itu naik lagi sebesar Rp 500. Kini, di pasaran harganya  menjadi Rp 18 ribu per kilogram.

“Harga gula pasir sudah sekitar dua minggu mengalami kenaikan harga,” terang Haryanti, salah seorang pedagang di Pasar Semen, saat ditanya Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Perempuan berusia 50 tahun ini menjelaskan, naik dan turunnya harga gula tidak dapat dipastikan. Jika barang sedikit mengalami keterlambatan, harga gula langsung mengalami kenaikan. Sebelumnya harga gula semula dijual dengan Rp 17.500 per kilogram.

Harga itu jauh di atas patokan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Saat ini HET untuk gula sebenarnya adalah Rp 12.500 per kilogramnya.

Meski mengalami kenaikan harga, gula pasir masih banyak peminat. Namun, secara umum kondisi pasar disebutnya tengah lesu. Pembeli semua produknya mengalami penurunan. “Karena pasar kondisi sepi sehingga dagangan ikut menurun,” imbuhnya.

Dengan kondisi pasar yang sepi, Hariyanti mengatakan, stok gula tidak mengalami perubahan. Selama tiga hari sekali ia mengorder gula sebanyak 20 hingga 30 kilogram.

Ketika kondisi ramai dalam satu hari ia dapat menjual 7 hingga 10 kilogram gula. Namun saat ini dia mengaku hanya bisa menjual sekitar 5 kilogram saja dalam satu hari.

Menurunnya penjualan juga dirasakan oleh Nano. Laki-laki berusia 30 tahun ini mengaku mengorder gula dalam periode lima hari sekali. Sekali order itu ia dikirimi 100 hingga 200 kilogram. “ Biasanya kalau ramai, satu sampai dua hari langsung habis,” terang Nano.

Namun dengan kondisi pasar yang sepi seperti saat ini stok tersebut baru habis dalam waktu tiga hingga empat hari. Dalam kondisi normal dia bisa menjual hingga 100 kilogram per hari. Sementara saat ini dia hanya mampu 30 hingga 45 kilogram gula.

Terkait kenaikan harga gula tersebut dibenarkan oleh Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwoningsih Dari pantauan yang dia lakukan, kini harga gula menjadi Rp 17 ribu per kilogram. Atau lebih rendah dibanding yang terjadi di pasaran. Sementara, menurut Tutik, sebelumya gula dijual Rp 16.500.

“Ada yang memberi informasi, ada yang menjual lebih mahal,” terang Tutik.

Tutik menegaskan, langkah yang dilakukan dinasnya adalah dengan tetap melakukan koordinasi dengan beberapa instansi terkait.

Bagaimana dengan kemungkinan operasi pasar? Terkait hal tersebut, Tutik mengatakan masih belum memiliki informasi terbaru. Karena terkait dengan ketersediaan stok. “Kami merencanakan adanya operasi pasar, namun masih belum punya barang (gula),” akunya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia