Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Tips Atasi Kebosanan selama #diRumahAja

Waspadai Stres karena Bosan

31 Maret 2020, 11: 24: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

Bahagia di Rumah Aja

Bahagia di Rumah Aja (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

Bekerja di rumah atau belakangan ini populer dengan kata work from home (WFH) terpaksa dilakukan sebagian besar masyarakat Indonesia. Ini untuk memutus penyebaran virus corona (Covid-19). Sehari dua hari biasa saja, setelah itu, muncul rasa bosan. Butuh cara mengatasinya..

Rasa bosan yang panjang memang akhirnya akan memicu stres. Menurut Inneke Yuliana, Psikolog rasa bosan dapat memicu terjadinya stres. “Bisa, dan ini dapat memengaruhi antibodi kita. Sementara di kondisi sekarang, kita sangat membutuhkan stamina yang baik bersama melawan covid 19,” terang Inneke.

Inneke menjelaskan ketika seseorang mengalami stres, pada saat itu tubuh melepas hormon kortisol dan adrenalin. Kedua hormon ini membuat kerja jantung menjadi lebih cepat. Stres akan memicu beberapa reaksi pada tubuh, seperti tekanan darah meningkat, pembuluh darah menyempit, dan  bernapas lebih cepat.

Hormon tersebut juga mampu melepaskan energi berlebihan, sehingga kita merasa mudah lelah. Pada beberapa kondisi, stres yang berkepanjangan bisa mengganggu kesehatan fisik dan membuat daya tahan tubuh menjadi lebih lemah.  “Saat daya tahan tubuh melemah, virus atau bakteri penyebab penyakit menjadi lebih mudah menyerang,” imbuhnya.

Agar hal tersebut tidak terjadi, Inneke memberi tips agar selama WFH untuk melakukan gaya hidup sehat.  Gaya hidup sehat, contohnya seperti istirahat yang cukup, dan memerhatikan pola makan.

Selain itu, meski hanya berada di rumah jangan lupa untuk berolahraga. Ketika melakukan olahraga, dapat melihat panduan instruktur yang ada di youtube.

Kegiatan tersebut, dapat meningkatnya dopamin dalam tubuh. Dopamin dijuluki sebagai happy hormones atau hormon kebahagiaan, karena memengaruhi kesenangan yang kita rasakan.

Peran dopamin pun tak hanya berkaitan dengan kebahagiaan. Sedangkan agar tidak terkena korona, selain menjaga tubuh tetap sehat, juga harus memiliki hati yang gembira.

Stres ini tidak hanya terjadi pada mereka yang bekerja saja, namun hal ini juga terjadi pada siswa yang saat ini melakukan sistem belajar online. Karena sistem online ini merupakan hal baru memang masih membutuhkan adaptasi. Adaptasi tidak hanya dilakukan oleh siswa, namun juga orang tua. Tentunya di awal proses adaptasi ini butuh waktu penyesuaian.

“Demikian juga bagi guru, maka diharapkan dapat diperhatikan dinamika masa penyesuaian ini sambil guru dapat membuat sistem pembelajaran online yang tetap memperhatikan kurikulum dan kondisi masa karantina Covid-19,” ungkap Inneke.

Salah satunya, adalah dengan tidak memberikan tugas-tugas yang justru membuat siswa harus keluar rumah membeli bahan-bahan penunjang tugas atau sulit  belajar sehingga harus belajar kelompok. Jika memang harus tugas kelompok tentunya dengan online.

Tips Atasi Kebosanan saat di Rumah 

1. Hidup sehat dengan istirahat yang cukup dan memperhatikan pola makan serta berolahraga. Bisa dengan online bersama teman-teman atau secara mandiri melalui panduan instruktur yang ada di You Tube.

2. Mendekatkan diri pada Tuhan dengan menjalankan doa dan ibadah di rumah atau bisa melihat ceramah dan khotbah melalui media online

3. Bersih-bersih rumah dan merapikan barang-barang yang ada sehingga di rumah terasa nyaman.

4. Menyusun rencana yang ingin dikerjakan dan ingin dicapai ke depan, serta usaha apa yang harus dilakukan untuk mencapainya.

5. Melakukan kegiatan yang selama ini tertunda karena kesibukan bersama keluarga. Bisa dengan menyalurkan hobi membaca buku yang membuat pikiran positif dan relaks atau mendengarkan lagu yang disukai

6. Menghubungi teman teman atau sahabat dekat bisa dengan chat, telepon, atau video call.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia