Rabu, 03 Jun 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Jalankan Bisnis Prostitusi Online, 2 Muncikari Asal Surabaya Diringkus

31 Maret 2020, 10: 37: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

prostitusi kediri

DIAMANKAN: Petugas Satreskrim Polres Kediri menunjukkan barang bukti kasus pelacuran online yang melibatkan mucikari asal Surabaya di Kediri. (SATRESKRIM POLRES KEDIRI for radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri — Di tengah pandemi Covid-19 ada saja yang masih mengais rezeki dari bisnis haram prostitusi. Kemarin, petugas Polres Kediri mengamankan dua muncikari yang nekat menyediakan jasa pelacuran online melalui WhatsApp (WA).

Mereka adalah Nadia Ainnisa Farchany, 21, yang beralamat di Jalan Ngagel Madya, Kota Surabaya, dan Dina Afriani, 33, warga Desa Keputran, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya. “Kasusnya kini dalam proses penyidikan. Kedua tersangka dalam pemeriksaan intensif,” ujar Kasatreskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar, (29/3).

Awalnya personel satreskrim mendapat informasi mengenai praktik prostitusi online di sebuah hotel. Lokasinya berada di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, petugas akhirnya melakukan penggerebekan.

“Penggerebekan itu dilakukan pada Senin (23/3) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, ternyata benar ada pratik tersebut di salah satu kamar hotel. Dari situ diamankan dua muncikari,” papar Gilang.

Saat polisi merangsek masuk, di dalam kamar tersebut terdapat pasangan bukan suami istri. Di antara mereka adalah perempuan yang dipekerjakan oleh Ainnisa dan Dina. Yaitu AH, 33, asal Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, dan YN, 24, asal Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Keduanya menjadi teman kencan laki-laki hidung belang.

Untuk sekali kencan, Ainnisa dan Dina memasang tarif kepada pengguna jasanya sebesar Rp 3 juta. Dari tarif tersebut, sebesar Rp 1 juta adalah jatah untuk sang mucikari.

“Pelaku ini menawarkan jasa atau layanan prostitusi online lewat media WhatsApp. Selanjutnya pihak kepolisian mengamankan mucikari beserta barang buktinya,” tambah Gilang.

Sementara itu, hasil dari pemeriksaan polisi, salah satu perempuan yang dipekerjakan oleh Nadia, juga dipekerjakan oleh pelaku lainnya, yaitu Dina. Untuk sekali kencan, pelaku memasang tarif kepada laki-laki hidung belang sebesar Rp 3 juta. “Dari tarif tersebut, YN menyetorkan Rp 1 juta kepada pelaku,” ungkap Gilang.

Dari tangan Dina, kasatreskrim mengatakan, pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone (HP) merek Oppo dan uang Rp 1 juta. Sementara dari Nadia, petugas mengamankan barang bukti berupa uang Rp 4 juta dan handphone merek iPhone.

Kedua pelaku terancam pasal 296 KUHP tentang memudahkan praktik prostitusi serta pasal 506 KUHP tentang praktik muncikari atau mengambil keuntungan dari prostitusi. Ancaman hukumannya paling lama 1 tahun penjara.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia