Rabu, 03 Jun 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Warga Kediri Dibekuk saat Nekat Edarkan SS

30 Maret 2020, 13: 28: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

SS

TAK BERKUTIK: Harris tidak dapat mengelak saat dibekuk dan diperiksa oleh Unit Reskrim Polsek Kertosono pada Sabtu (28/3) lalu. (Humas Polres Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

KERTOSONO, JP Radar Nganjuk- Harris Simamora, 38, dan Yanuar Rizqi, 32, harus berurusan dengan Unit Reskrim Polsek Kertosono. Pasalnya, dua warga Kabupaten Kediri itu kedapatan mengedarkan sabu-sabu. Bahkan, Harris dibekuk saat hendak transaksi di SPBU Kepuh, Kertosono, Sabtu (28/3) lalu.

Kasubbag Humas Polres Nganjuk AKP Sudarman mengatakan, Unit Reskrim Polsek Kertosono telah melakukan penyelidikan sebelumnya. Mulanya, petugas mendapati informasi bahwa warga Desa Purwokerto, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri itu akan melakukan transaksi sabu-sabu di sana.

“Mendapatkan informasi tersebut, petugas pun langsung melakukan pengintaian sekitar pukul 16.30,” ujar Sudarman kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin siang.

Petugas sempat menyamar dengan memakai seragam pegawai SPBU untuk mengelabuhi pelaku. Harris yang menunggu pembelinya pun tak sadar sedang diintai oleh petugas. Saat situasi memungkinkan, ia langsung disergap oleh petugas untuk digeledah.

Dari hasil penggeledahan, Harris terbukti sedang membawa satu klip plastik berisi sabu seberat 0,5 gram. Ia mengakui jika sabu tersebut merupakan pesanan seseorang. “Sabu disembunyikan pelaku di dalam helmnya,” ungkap Sudarman.

Dalam pemeriksaan lanjutan, Harris mengaku membeli sabu-sabu dari Yanuar yang merupakan warga Desa Jambean, Kras, Kabupaten Kediri. “Pelaku mengaku mendapatkan sabu dari Yanuar di seputaran PG Pesantren Kediri,” imbuhnya.

Rencana pengembangan pun dilakukan oleh petugas. Tim meluncur ke Kota Tahu sekitar pukul 18.30 pada hari itu juga. Dari informasi yang didapat petugas, Yanuar kala itu sedang ngopi di sebuah warung yang ada di Kelurahan Singonegaran, Pesantren, Kota Kediri.

Setelah memastikan keberadaan Yanuar, petugas pun tak membuang waktu lagi. Mereka langsung meringkusnya saat berada di warung kopi tersebut. Penggeledahan langsung dilakukan. Petugas mendapati sebuah klip plastik yang berisi sabu-sabu di dalam tas hitam pelaku.

“Setelah ditimbang, beratnya sekitar 0,58 gram,” tandas perwira dengan tiga balok emas di pundak tersebut. Selain sabu-sabu, di dalam tas tersebut juga ditemukan sebuah pipet dan timbangan digital yang diduga digunakan Yanuar untuk berjualan serbuk putih tersebut.

Mendapati barang bukti itu, petugas pun langsung menggelandang Yanuar ke Polsek Kertosono. Di sana, ia kembali bersua dengan Harris. Hanya saja, keduanya berada di dalam penjara.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia