Sabtu, 06 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pertimbangkan Tambah Waktu Penutupan Jalan

30 Maret 2020, 13: 24: 14 WIB | editor : Adi Nugroho

Jalan

LENGANG: Kapolres AKBP Handono Subiakto meninjau langsung kawasan physical distancing di Jl A. Yani Nganjuk, Sabtu (28/3) malam. Dia tengah mengkaji penambahan jam penutupan jalan utama Kota Angin itu. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Sementara itu, Polres Nganjuk mengkaji penambahan waktu physical distancing di Kota Angin. Hal itu dilakukan setelah Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto meninjau pelaksanaan diskresi kepolisian di sejumlah jalan besar Kota Nganjuk Sabtu (28/3) malam.

Untuk diketahui, saat ini physical distancing dilakukan mulai pukul 19.00 hingga pukul 22.00 saja. Jika saat ini penutupan jalan hanya dilakukan selama tiga jam, menurut Handono waktunya bisa saja ditambah.

Kapan penambahan waktu physical distancing akan dilakukan? Ditanya demikian, Handono menyebut hal itu belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, masih banyak pertimbangan lain yang harus dilakukan. Salah satunya, melihat pusat perekonomian Kota Nganjuk berada di jl. A. Yani dan sekitarnya.

“Ada beberapa pertimbangan yang perlu dilakukan (menambah waktu penutupan jalan, Red),” ujar Handono kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, saat ditemui di jl. A. Yani pada Sabtu (28/3) malam.

Penambahan waktu penutupan jalan tersebut memang relatif lebih mudah dilakukan pada malam hari. Sedangkan pada pagi atau siang hari tantangan penutupan jalan lebih banyak. Sebab, banyak pertokoan dan kawasan pasar di sana.

Lebih lanjut, penutupan itu tidak semata-mata melarang pengendara untuk melintas. Namun, untuk mengurangi dan menekan secara drastis intensitas warga yang keluar rumah dalam masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini.

“Di polsek jajaran kami juga menekankan untuk dapat dilakukan patroli. Menekan intensitas warga yang keluar rumah. Terlebih hanya untuk nongkrong-nongkrong,” tutur Handono.

Sementara itu, tak hanya melakukan peninjauan penutupan jalan, orang nomor satu di Polres Nganjuk tersebut juga memerintahkan untuk mengawasi warga yang masih berkumpul di warung atau kafe. “Patroli ke kafe dan warung tetap akan kami siagakan terus. Masyarakat kami harapkan dapat menunda keluar rumah kalau tidak penting,” tandas perwira dengan dua melati emas di pundak tersebut.

Dikatakan Handono, sejumlah desa sudah berinisiatif untuk mengawasi warganya masing-masing. Dia pun langsung mendukung upaya tersebut. Sebab, cara itu efektif untuk mengetahui lalu lintas warga. “Kami sangat mendorong hal tersebut (pengawasan warga oleh perangkat, Red,” tegasnya.

Terlebih, jika ada warga desa yang baru saja pulang dari daerah yang tercatat dalam zona merah covid-19. “Kami, butuh kerjasama semua pihak. Kami (polisi) di sini menjalankan tugas, kami harap masyarakat juga dapat menahan diri untuk tetap di rumah,” imbuh Handono.

Seperti diberitakan, satlantas menutup arus lalu lintas di ruas utama masuk Kota Nganjuk mulai Jumat (27/3). Antara lain di Jl A. Yani, Jl Anjuk Ladang, seputar Alun-Alun Nganjuk. Titik-titik itu dijadikan kawasan tertib physical distancing.

Penutupan dilaksanakan mulai pukul 19.00 hingga 22.00. Rencananya, langkah tersebut akan diambil Satlantas Polres Nganjuk hingga beberapa hari ke depan. Menyesuaikan perkembangan kasus korona di tingkat nasional.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia