Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Waspada Korona: Kota Ancam Segel, Kabupaten Pertimbangkan Jam Malam

26 Maret 2020, 22: 16: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

covid 19 kediri

AYO PULANG: Polisi membubarkan kerumunan pemuda yang tengah berada di warung lesehan di Jalan Sukarno-Hatta, Katang, Selasa (24/5) malam. (Rendi Mahendra - radarkediri)

Share this          

KEDIRI  - Pemkot Kediri terus berupaya menegakkan surat edaran (SE) Wali Kota Kediri terkait penutupan sementara tempat hiburan malam. Bila ditemukan ada yang tak mentaati SE yang keluar sejak Selasa (17/3) itu pemkot tak segan-segan untuk melakukan penyegelan. Bahkan, bisa juga mencabut izin usaha.

“Apabila tidak diindahkan, sesuai SOP (standard operating procedure, Red) segel dan (bisa) cabut izin usahanya,” terang Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Nur Khamid.

Pihak satpol memang terus berupaya menegakkan SE terebut. Mereka terus melakukan patroli malam. Selain mengecek tempat hiburan yang ngotot buka, satpol juga membubarkan kerumunan yang terjadi.

korona

Waspada Korona di Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Karena itulah patroli mereka sejak Selasa lalu tak hanya menyasar ke tempat hiburan malam yang sudah terdata saja. Tapi juga menuju tempat-tempat yang biasa dikunjungi warga dalam jumlah besar.

Selain membubarkan bila ada kerumunan, satpol juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi agar warga hidup bersih dan sehat. “Kami selalu ingatkan untuk cuci tangan. Dan kalau sakit lebih baik segera diperiksakan,” terangnya.

Dalam sosialisasi itu satpol tak hanya melakukan secara verbal. Tapi mereka juga membagikan pamflet. Bahkan, juga membagikan sabun cuci tangan kepada warga kota. Total ada 420 botol sabun cuci tangan yang dibagikan pada Selasa (24/3) siang.

 Sebelumnya, Wali Kota Abdullah Abu Bakar telah mengeluarkan SE bernomor 443.33/35/419.031/2020. Isinya tentang penutupan sementara tempat pariwisata, diskotek, karaoke, tempat pijat, dan hiburan malam. Meski di Kota Kediri belum ada kejadian pasien yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, upaya itu dianggap sebagai pencegahan yang harus dilakukan.

Selain itu, pemkot juga melakukan pembatasan kegiatan yang melibatkan orang banyak. Seperti resepsi pernikahan ataupun acara-acara sosial keagamaan. Perayaan hari besar agama di masjid atau di kampung-kampung untuk sementara ditiadakan.

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Kediri. Tim gabungan yang terdiri dari polisi, anggota TNI dari Kodim 0809 Kediri, dinas perhubungan (dishub), dan satpol PP menggelar operasi pada Selasa malam (24/3). Tujuannya untuk membubarkan kerumunan yang terjadi.

Tim patroli gabungan berkumpul terlebih dulu di halaman Sub-Sektor Ngasem Polsek Gampengrejo. Kemudian mereka menuju Simpang Lima Gumul (SLG). Namun karena malam itu hujan, di SLG tampak sepi. Selanjutnya patroli menyisir sepanjang jalan Pare-Kediri.  Petugas menyisir tempat seperti warung, kafe, tempat hiburan, tongkrongan, dan tempat main game.

"Untuk penindakan mereka kemudian diminta pulang ke rumah masing-masing. Langkah ini sebagai upaya untuk memutus penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Kediri," jelas Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono.

Selain di sekitaran SLG, patroli juga menyasar sekitar Kantor Pemkab Kediri, di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta. Warga yang kongkow-kongkow di warung atau kafe disuruh pulang. Petugas juga melakukan sosialisasi kepada warga.

“Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk cuci tangan, memakai masker, menjaga jarak jarak dan selalu menjaga kebersihan guna meminimalisir pencegahan virus korona, ” ungkap Lukman.

“Jika memungkinkan akan dilaksanakan jam malam. Mengingat  situasi dan kondisi saat ini yang membahayakan untuk memutus mata rantai Covid-19,” jelas Kabagops Polres Kediri AKP Didik Warsianto.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia