Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Update Covid-19 di Kediri: 1.068 Orang Masuk Orang Dalam Risiko

Masih Bisa Bertambah

26 Maret 2020, 21: 22: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

Covid 19 di Kediri

Covid 19 di Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

 KABUPATEN, JP Radar Kediri ­- Sebaran kasus Covid-19 menunjukkan eskalasi naik di Kabupaten Kediri. Jumlah mereka yang berstatus orang dalam risiko (ODR) pun meningkat. Mencapai seribu orang lebih.

Hingga tadi malam, jumlah mereka yang masuk ODR mencapai 1.068 orang. Dan jumlah ini kemungkinan besar akan terus bertambah.

Menurut juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dr Bambang Triono Putro, status ODR memang akan semakin banyak. Dan, bertambah banyaknya jumlah ODR yang bisa ditemukan akan semakin bagus. Agar bisa melakukan pressing terhadap mereka. Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“ODR kita tersebar di seluruh kecamatan. Termasuk TKI itu masuk dalam ODR,” jelas dr Bambang.

Dokter umum yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Kediri ini menjelaskan status ODR adalah mereka yang masih sehat. Namun ada riwayat datang dari wilayah terjangkit. Para ODR ini sebisa mungkin tetap didata untuk mengetahui perkembangan jika sewaktu-waktu muncul hal yang mencurigakan. Terutama terkait perkembangan kesehatannya.

“Bahkan untuk yang telah berstatus ODP pun bila tidak ada keluhan berarti kita harapkan bisa isolasi sendiri di rumah,” tegasnya.

Munculnya jumlah ODR tersebut diperoleh dari pendataan petugas di tiap puskesmas. Data awal dikirim dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.  “Termasuk pihak kecamatan yang kita harapkan bisa melibatkan RT dan RW untuk melakukan pendataan,” jelasnya. Upaya menemukan ODR menjadi salah satu langkah mencegah meluasnya persebaran Covid-19.

Selain ODR, yang juga mengalami penambahan adalah orang dalam pemantauan (ODP). Bila sebelumnya 32 hingga update terakhir kemarin menjadi 36 orang.

Mereka yang berstatus ODP ini juga akan terus dilakukan pemantauan intensif. Terlebih pemerintah membatasi pergerakan mereka yang berstatus ODP. Agar tetap melakukan isolasi mandiri. Sampai benar-benar tak terindikasi korona. Pemerintah akan menahan agar jangan sampai orang yang berstatus ODP bepergian ke luar daerah. Meskipun tak sakit mereka masih belum dikatakan aman.

Jika mereka yang berstatus ODP merasakan keluhan harus segera memeriksakan diri di rumah sakit. Bambang telah meminta agar seluruh rumah sakit di wilayah Kabupaten Kediri menerima para ODP ini. Yakni dengan merawatnya tanpa merujuk ke RSUD Kabupaten Kediri sebagai rujukan utama.

Sebelumnya Bupati Kediri Haryanti Sutrisno, menegaskan pencegahan paling efektif adalah peran masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Karena belum ada obat yang bisa digunakan secara langsung untuk Covid-19 ini.

“Menutup kontak langsung dengan orang lain. Jadi bisa isolasi mandiri dan sebisa mungkin tidak pergi kalau tidak benar-benar penting,” pintanya.

Dia menyarankan warga Kabupaten Kediri jangan berkumpul dalam jumlah  besar untuk kegiatan apapun. Jika semua orang berusaha melindungi diri sendiri, diharapkan di Kabupaten Kediri bisa terjaga dan terhindar dari persebaran Covid-19 ini.

Sementara itu, terkait rumor meninggalnya, NA, salah seorang tokoh di Kabupaten Kediri, yang dikaitkan dengan infeksi virus ini, Bambang enggan mengomentari lebih jauh. Namun, terkait dengan protokol pemakaman yang harus dilakukan dengan cara steril, menurutnya sebagai bentuk kehati-hatian.

Seperti dalam foto yang beredar di medsos dan grup-grup percakapan, proses pemakaman NA dilakukan oleh petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Juga tak boleh ada satu pengantar di lokasi pemakaman.

“Itu dilakukan sebagai salah satu upaya dan langkah kewaspadaan. Sebagai bentuk kehati-hatian,” tandas Bambang.

NA sendiri diketahui memiliki riwayat sakit jantung. Sebelum meninggal dia diketahui mengikuti kegiatan di Surabaya. Sebelum dirujuk ke RSKK, almarhum sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta.

 

Data Terbaru Sebaran Covid-19 di Kabupaten Kediri

ODR                               : 1.068

- Proses Pemantauan       : 870
- Selesai Pemantauan      : 198

ODP                               : 36

- Proses Pemantauan       : 33
- Sehat                           : 3

PDP                               : 4

- Masih Dirawat             : 2
- Pulang dan Sehat          : 2

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia