Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Tanggap Atasi Covid-19: Semua RS Harus Siapkan Ruang Isolasi

25 Maret 2020, 10: 29: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

covid 19 kediri

PHYSICAL DISTANCING: Bupati Haryanti saat acara koordinasi dengan rumah sakit se Kabupaten Kediri. (Didin Saputro - radarkediri)

Share this          

KEDIRI - Pemkab Kediri benar-benar meningkatkan kewaspadaan terkait eskalasi siaga darurat korona saat ini. Mereka telah menyiapkan langkah antisipasi bila sewaktu-waktu terjadi peningkatan situasi. Salah satunya dengan mempersiapkan seluruh rumah sakit agar bisa menampung pasien terkait korona.

Alasan pemkab merumuskan langkah itu dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi saat ini. Yaitu penuhnya daya tampung rumah sakit rujukan di Blitar, RSUD Mardi Waluyo, maupun RSUD dr Iskak di Tulungagung. Karena itu pemkab juga mengantisipasi kemungkinan penuhnya RSKK sebagai rumah sakit rujukan Covid-19.

“Di RSKK tentunya tidak bisa menolak pasien yang dirujuk dari luar daerah tersebut,” ungkap Plt Kadinkes dr Bambang Triyono, usai melakukan koordinasi dengan seluruh direktur rumah sakit di Kabupaten Kediri di Ruang Jayabaya, Pemkab Kediri (23/3).

Dengan rumah sakit-rumah sakit itu, pemkab telah menyepakati komitmen bersama penanganan Covid-19. Semua rumah sakit tidak boleh menolak melayani penderita Covid-19. Serta harus menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai.

“Kita harapkan pasien-pasien ODP tidak harus dilempar ke RSUD Kabupaten Kediri. Jadi tetap dikondisikan di rumah sakit masing-masing,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, seluruh rumah sakit harus mulai mempersiapkan ruang isolasi. Hal itu bila sewaktu-waktu RSKK di Pare tak mampu menampung semua pasien terkait korona yang dirujuk. Bila itu terjadi maka pemkab akan mendayagunakan rumah sakit lain di wilayah Kabupaten Kediri.

“Total kami undang 11 rumah sakit di Kabupaten Kediri. Kami berharap mereka mulai mempersiapkan diri menyiapkan ruangan (isolasi),” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kediri Haryanti Sutrisno juga menegaskan bahwa saat ini  memang belum ada obat yang bisa langsung mengobati pasien Covid-19 ini. Namun, penanganan yang paling efektif adalah masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Menutup kontak langsung dengan orang lain. Jadi bisa isolasi mandiri dan sebisa mungkin tidak pergi kalau tidak benar-benar penting. Kemudian suatu keharusan jangan sampai berkumpul dengan banyak orang dalam bentuk apapun,” pesannya.

Ia menyebut, jika semua orang berusaha melindungi diri sendiri diharapkan di Kabupaten Kediri ini bisa terjaga dan terhindar dari persebaran Covid-19 ini.

Untuk diketahui, RSKK Pare sebelumnya telah menerima pasien rujukan dari Kabupaten Blitar dengan status positif. Pasien perempuan itu memiliki riwayat pulang dari Bogor. Dan saat ini keluarga pasien telah ditangani Pemkab Blitar dengan cara diisolasi.

 11 Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Kediri

-         RSUD Kabupaten Kediri Pare

-         RSIA Permata Hati Pare

-         RSIA Kasih Bunda Pare

-         RS HVA Toeloengredjo Pare

-         RS Amelia Pare

-         RS Wilujeng Padangan Kayen Kidul

-         RS Muhammadiyah Siti Khodijah Gurah

-         RSU Muhammadiyah Surya Melati Kandat

-         RS Arga Husada Ngadiluwih

-         RS Aura Syifa Ngasem

-         RSUD SLG Tugurejo Ngasem

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia