Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Update Covid-19 di Kediri:Pulang dari Jakarta, Satu Warga Diisolasi

25 Maret 2020, 10: 16: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona di Kediri

Korona di Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Pihak Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) terus melakukan pemantauan pada kondisi satu pasien positif korona yang mereka rawat. Meskipun, kondisi pasien kiriman dari Kabupaten Blitar tersebut semakin membaik. 

“Kami terus memantau setiap hari kondisi pasien. Termasuk melakukan evaluasi setiap hari juga,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri dr Bambang Triono Putro.

Menurut Bambang, pasien positif korona tersebut datang ke RSKK Sabtu pagi (21/3). Pasien berjenis kelamin wanita berusia 38 tahun itu adalah rujukan dari rumah sakit swasta di Kota Blitar. Kepastian positif korona diperoleh sehari kemudian, yaitu pada Minggu (22/3).

Waspada Korona

Waspada Korona (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Selain satu pasien positif korona tersebut, RSKK saat ini juga tengah melakukan isolasi pada seseorang yang baru pulang dari Jakarta. Orang tersebut dengan kesadaran sendiri datang ke RSKK dan minta diisolasi. Sebab, dia merasakan keluhan sesak napas saat berada di RSKK.

Bambang membenarkan bahwa mereka tengah melakukan pemantauan pada satu pasien tersebut. Dia menegaskan kondisi yang datang dari Jakarta dengan menggunakan kereta itu dalam keadaan baik. Meskipun sempat mengeluh sesak napas saat datang.

Meski dalam perawatan, pasien itu belum masuk daftar PDP. Sebab, Bambang menjelaskan bahwa pasien yang diketahui juga seorang dokter itu berbeda dengan PDP yang telah sembuh di Kabupaten Kediri. “Akan kami update besok, melihat kronoligisnya,” ujar pria yang juga Plt Kadinkes Kabupaten Kediri itu.

Sementara itu, di Kabupaten Kediri telah ada ratusan orang dalam risiko (ODR) dan juga belasan orang dalam pemantauan (ODP). Untuk ODR, Dinas Kesehatan telah mencatat tersebar di seluruh kecamatan.

“Untuk wilayah Kabupaten Kediri, ODR yang tercatat adalah 493. Kriteria ini hanya ada di Jawa Timur,” kata Bambang.

Status ODR ditetapkan bagi mereka yang memiliki riwayat perjalanan dari kota lain yang terdapat pasien positif Covid-19. “Kalau semakin banyak akan semakin bagus untuk segera kita pressing,” jelasnya.

Upaya menemukan ODR itu menjadi salah satu langkah untuk mencegah meluasnya persebaran orang yang terjangkit Covid-19. Salah satunya adalah adanya TKI yang baru pulang ke Kabupaten Kediri. Maka, orang tersebut sudah pasti dinyatakan sebagai ODR. “Kemudian ODP ada 16,” tambahnya.

Saat ini, ODR terbanyak tercatat berada di Kecamatan Kras dengan 54 orang. Kecamatan ini memang salah satu daerah dengan TKI terbanyak di Kabupaten Kediri. Kemudian disusul Kecamatan Ngasem 31 orang dan Kecamatan Pagu 30 orang.

Pendeteksian ODR itu didapat dari petugas di puskesmas. “Termasuk pihak kecamatan yang kita harapkan tingkat RT dan RW bisa terlibat aktif,” jelasnya.

Bambang menjelaskan, RT atau RW itu diharapkan bisa proaktif. Karena di lingkup  terkecil adalah mereka yang mengetahui mobilitas warganya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia