Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Catatan
icon featured
Catatan
HERMAWAN KRISDIONO

Hati yang Gembira

25 Maret 2020, 09: 55: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

Hermawan Krisdiono

Oleh : Hermawan Krisdiono (radarkediri)

Share this          

Jangan panik. Itu pesan saya untuk semua masyarakat Kediri terkait penyebaran penyakit Covid-19. Bagaimanapun, saya minta masyarakat tetap tenang dan mengikuti anjuran pemerintah. Yaitu menjaga social distancing. Menjaga jarak dan istirahat di rumah.

Saya hanya khawatir kalau ini tidak diterapkan dan dilakukan masyarakat akan membuat penyebaran Covid-19 semakin tinggi. Sebab, begitu banyak masyarakat yang terkena dan sama-sama terjangkit Covid-19 maka akan membuat fasilitas kesehatan akan kesulitan. Nanti kalau kecapekan dokternya akan sakit, padahal untuk dokter spesialis paru, saya sendiri di sini.

Tidak hanya dokter, tetapi juga tenaga medis lainnya juga akan kesulitan. Karena itu, saya meminta agar masyarakat benar-benar bisa mematuhi pembatasan jarak tersebut. Sebenarnya, langkah yang tepat adalah menyebar rapid test ke masyarakat. Sehingga bisa segera dilakukan tracing untuk mencegah penularan.

Bahkan, kalau ada yang sudah positif tetapi badannya ternyata masih sehat, bisa langsung ditangani di rumah dengan isolasi sendiri. Jadi kami akan lebih mudah menangani yang kondisinya gawat.

Saya juga berharap, semua pihak sadar kalau kondisi ini adalah masalah bersama. Jadi tidak ada pengotak-kotakan. Semua bisa menangani. Kalau bisa di semua fasilitas kesehatan. Baru kalau ada kegawatan bisa dirujuk di rumah sakit rujukan. Dokter atau tenaga medis yang bertugas pun bisa bergantian. Karena rumah sakit rujukan punya keterbatasan daya tampung. Kalau ternyata rumah sakit rujukan ini penuh, kami juga bisa menolak, karena kami ingin pelayanan kami bisa maksimal.

Saya hanya berharap, wabah ini bisa cepat berlalu. Tidak sampai terjadi outbreak, jumlah kasus yang tinggi. Semoga semua landai-landai saja. Karena penanganan pasien bisa lebih maksimal. Memang, cara pencegahan dengan kondisi yang terbatas ini hanyalah dilakukan lockdown parsial yang ketat dan mengisolasi diri.

Saya sebagai dokter juga meminta masyarakat tidak terjebak dengan berita-berita hoaks yang tidak jelas. Menurut saja, agar bisa melewati musibah ini dengan baik, semua sangat berperan. Tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi juga media. Agar menjaga informasi yang benar.

Juga jangan terlalu mengandalkan obat-obatan. Kalau saya, dengan jadwal yang cukup padat seperti menangani pasien sampai harus sosialisasi cukup dengan makan makanan bergizi.

Namun, obat yang sebenarnya adalah obat yang belakangnya HG. Bukan apa-apa, tetapi Hati yang Gembira. Kalau gembira,imun tubuhmu akan bagus, tetapi, sebaliknya adalah kalau kamu stres, imunmu akan jelek. Jangan stres ya, sekali lagi jangan panik, tetapi tetap waspada. (Dokter spesialis paru di RSKK/disarikan dari wawancara oleh Puspitorini Dian Hartanti)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia