Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Show Case
icon featured
Show Case

Mahendra: Lebih Baik Sehat, Iuran BPJS-nya Untuk Kontribusi Sosial

24 Maret 2020, 15: 25: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

Mahendra: Lebih Baik Sehat, Iuran BPJS-nya Untuk Kontribusi Sosial

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Haritya Mahendra adalah salah satu peserta JKN-KIS yang tidak pernah memanfaatkan layanan kesehatan. Baginya, iuran sebagai prajurit merupakan kontribusi sosial. Prinsip tersebut sudah lama dipegang olehnya, apalagi pada bulan Oktober tahun 2019 Ayahnya sempat dirawat inap di rumah sakit selama 10 hari.

“Ayah saya operasi pasang ring jantung. Saya prihatin melihatnya. Lebih baik sehat dan menyumbang untuk BPJS daripada sakit dan dibiayai oleh BPJS. Iurannya dianggap sumbangan sosial saja,” kata Mahendra. Disampaikan oleh Mahendra, biaya pengobatan Ayahnya yang mencapai lebih dari 100 juta rupiah dijamin penuh oleh BPJS Kesehatan.

“Waktu pulang saya ditunjukkan tagihan sekitar 100 juta rupiah. Semuanya ditanggung oleh BPJS. Dari sini saya tahu bagaimana pentingnya asuransi BPJS Kesehatan. Iuran yang selama ini dibayar bermanfaat untuk orang lain,” ujar Pria yang berdinas di bagian Administrasi Jasmani Militer pada Brigade Infanteri Mekanis 16/ Wira Yudha Kediri ini. Melengkapi ceritanya, Mahendra bercerita bahwa keluarganya sempat ingin menaikkan kelas rawat inap Ayahnya ke kelas utama. Setelah menyampaikan maksudnya kepada Rumah Sakit, petugas menjelaskan bahwa keluarga pasien dapat dikenai iur biaya hingga 75 persen dari total biaya. Setelah berdiskusi, keluarga mengurungkan niatnya tersebut dan Ayahnya tetap dirawat di kelas satu.

“Selama ini saya cuma mendengar bahwa layanan BPJS gratis. Ternyata benar, saya mengalami sendiri. BPJS Kesehatan menanggung pengobatan Ayah saya secara penuh. Ruang kelas satu juga sudah cukup baik. Pihak rumah sakit juga secara transparan menyampaikan bahwa bisa iur biaya sampai sekian persen, jadi bisa dipertimbangkan ulang. Saya percaya layanan JKN-KIS semakin baik dari tahun ke tahun,” tutup Mahendra.

Hingga saat ini lebih dari 220 juta penduduk Indonesia telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Dilansir dari laman resmi BPJS Kesehatan, pemanfaatan JKN-KIS pada tahun 2018 mencapai 233 juta atau 640 ribu pemanfaatan per hari. Penyakit jantung sendiri merupakan salah satu penyakit yang paling banyak merealisasikan anggaran Dana Jaminan Sosial yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Untuk tahun 2018, jumlahnya mencapai 10,5 trilyun rupiah.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia