Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Penyidik Kumpulkan Bukti Kasus Penipuan CPNS

24 Maret 2020, 13: 28: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

CPNS

JALUR YANG BENAR: Salah seorang peserta melengkapi administrasi saat tes SKD CPNS di gedung Pu Sindok Nganjuk, Februari lalu. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kasus dugaan penipuan berkedok pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) terus terjadi. Adalah AN, 34, warga Kota Nganjuk yang kali ini menjadi korbannya. Akibat ulah pelaku, dia merugi sebesar Rp 41 juta.

Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan yang dikonfirmasi tentang penanganan kasus ini mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan. “Iya, sekarang kasus ini sedang kami tangani,” ujarnya.

Berdasar data yang dihimpun koran ini, kejadian bermula sekitar Januari lalu. Yakni saat AN dikenalkan kepada Srj, 59, warga Patianrowo oleh temannya. Kala itu, Srj menawarkan ada lowongan CPNS di pusat untuk formasi Kemenkumham.

Terlapor berusaha meyakinkan AN dengan janji-janji akan diterima di lowongan tersebut. Bahkan, ia menjamin bahwa korban 99 persen sudah pasti lolos jika menggunakan jasanya. Srj berdalih uang korban akan dikembalikan jika nantinya tidak diterima.

Sementara itu, AN pun membayarkan uang total Rp 81 juta. Pembayaran dilakukannya dalam lima kali transaksi. Sayangnya, pelapor ternyata tidak diterima. Ia pun menagih uang tersebut. Namun, hanya Rp 40 juta yang dikembalikan terlapor.

Sedangkan, sisanya dijanjikan akan dilunasi pada akhir Februari. Hanya saja, hingga batas waktu kesepakatan pengembalian, uang tetap tidak kembali. Merasa ditipu, AN pun akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Nganjuk pada awal Maret lalu. “Sekarang kasusnya masih kami dalami. Kami masih kumpulkan bukti-bukti dan saksi,” papar Nikolas.

Lebih jauh Nikolas menjelaskan, pihaknya tidak bisa langsung serta-merta meringkus atau menetapkan seseorang sebagai tersangka. Melainkan harus melakukan serangkaian penyelidikan dan pendalaman. Pun saat identitas terlapor sudah cukup jelas. “Tetap ada prosedur yang harus kami lalui dahulu sebelum memutuskan sebuah kasus,” tandas perwira dengan dua balok emas di pundak tersebut.

Agar kasus serupa tak terulang, Nikolas mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya dengan penawaran pengangkatan CPNS dengan modus apa pun. Ia tetap menyarankan agar masyarakat mengikuti jalur yang benar. Sesuai koridor yang telah ditetapkan. “Jangan tertipu calo,” tegasnya mengingatkan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia