Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

ODP Jadi Delapan Orang

Antisipasi Covid-19, Batal Arak Ogoh-ogoh

24 Maret 2020, 13: 16: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

STERILISASI: Petugas tagana menyemprotkan disinfektan di kantor dinsos PPPA, kemarin. Penyemprotan dilakukan di kantor OPD lain yang melakukan pelayanan publik. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) korona terus bertambah. Jika sebelumnya hanya empat orang, kemarin naik dua kali lipat menjadi delapan orang. Delapan orang tersebut dipantau karena mengalami gangguan pernapasan, pilek, sakit tenggorokan, dan batuk.

Kabid Pencegaan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Nganjuk Syaifulloh mengatakan, selain menderita sakit yang merupakan ciri-ciri penyakit korona, delapan orang tersebut juga memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. Atau, baru saja mendatangi area transmisi lokal. “Semua ODP dipantau selama 14 hari,” ujar Syaifulloh.

Lebih jauh Syaifulloh menjelaskan, warga yang baru datang dari daerah zona merah seperti Surabaya dan Malang, termasuk kategori orang dalam risiko (ODR). Bila setelah dari daerah tersebut mengalami gejala demam di atas 38 derajat celsius, bisa masuk sebagai ODP. “Sampai hari ini (kemarin, Red) jumlah ODR menjadi 305 orang,” tuturnya. Adapun untuk pasien dalam pengawasan (PDP) tetap dua orang.

Korona

Waspada Penyebaran Korona (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Melihat terus bertambahnya jumlah warga yang dipantau, Syaifulloh mengimbau agar tokoh masyarakat di desa ikut berperan aktif mencegah penyebaran Covid-19. Caranya, dengan meminta warga tidak bepergian ke luar kota. Terutama ke Malang, Surabaya, Sidoarjo, dan daerah lainnya. “Kegiatan yang mengumpulkan orang banyak ditunda dulu,” pintanya.

Sementara itu, pencegahan penyebaran Covid-19 juga dilakukan dengan penyemprotan disinfektan oleh Tagana Nganjuk. Kemarin, taruna siaga bencana itu menyemprot sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD) yang memberikan pelayanan umum. Mulai di mal pelayanan publik (MPP), dinas penanaman modal, pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP), serta di dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (dinsos PPPA).

Pembina Tagana Nganjuk Kunto Bin Toha mengatakan, selain menyemprot sejumlah OPD kemarin, pihaknya akan menyasar sejumlah tempat keramaian. “Misalnya di pasar,” ujarnya.

Penyemprotan disinfektan, beber Kunto, akan dilakukan hingga beberapa hari ke depan. Sasarannya, lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang.

Terkait stok disinfektan, Kunto memastikan tagana masih memiliki cairan untuk mensterilkan sejumlah OPD hingga beberapa hari ke depan. “Yang kami pakai (disinfektan, Red) ini stok lama (tahun lalu, Red),” tegas Kunto.

Untuk diketahui, terus merebaknya korona membuat sejumlah agenda keagamaan berubah. Seperti ritual Tawur Kesanga atau Tawur Agung yang dilakukan oleh umat Hindu. Biasanya, rangkaian ritual jelang perayaan Nyepi itu diisi kirab ogoh-ogoh di monumen Jenderal Soedirman. “Kesepakatan bersama tidak ada kirab ogoh-ogoh,” ungkap Kepala Desa Bajulan Lauji.

Umat Hindu, jelasnya, memilih menghormati maklumat Kapolri yang melarang mengumpulkan massa. “Apalagi kirab ini menarik minat banyak orang untuk datang,” beber Lauji sembari menyebut pihaknya akan menggelar ritual Tawur Kesanga di pura.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia