Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Waspada Covid-19 di Kediri: Cabdispendik Undur Jadwal Masuk dan Ujian

23 Maret 2020, 19: 32: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

Libur Sekolah

Libur Sekolah (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Waktu bagi para pelajar SMA dan SMK belajar di rumah bakal semakin panjang. Menyusul keputusan Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim yang mengundur jadwal masuk bagi mereka. Kebijakan ‘merumahkan’ para siswa itu diperpanjang hingga 5 April mendatang.

“(Keputusan itu) sudah dikomunikasikan lagi ke pihak sekolah di Kediri,” kata Kasi SMK Cabdispendik Jatim wilayah Kediri Sidik Purnomo, kemarin.

Sebelumnya, keputusan untuk ‘meliburkan’ para siswa itu sudah berlangsung Senin (16/3). Namun, waktunya hanya sampai 29 Maret. Penambahan waktu belajar di rumah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

Baca juga: Pemain Persik Libur Sepekan, Ini yang Dilakukan Tim Pelatih 

Seperti sebelumnya, meskipun berada di rumah, kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap dilakukan. Baik tugas maupun pembelajaran semua dilakukan secara online. Tugas yang diberikan kepada peserta didik dalam masa belajar di rumah, diprogramkan sesuai kurikulum yang berlaku. Bahan pertimbangannya yakni waktu dan tingkat kesulitan. Sehingga tidak memberatkan peserta didik selama pembelajaran.

Mundurnya jadwal bersekolah kembali itu juga berdampak pada mundurnya waktu ujian nasional berbasis komputer (UNBK) bagi kelompok SMA. Semula waktu UNBK akan berlangsung 30 Maret hingga 2  April. Setelah keputusna ini maka UNBK SMA dan sederajat akan berlangsung mulai 6 April. Serta berakhir  9 April.

“Sudah diumumkan secara tertulis dari Dinas Pendidikan Jawa Timur,” terang Sidik.

Selain memberi edaran untuk para siswa dan orang tua, dispendik juga terus memberikan arahan bagi guru dan pekerja pendidikan. Agar mereka terus melakukan pemantauan secara intensif ke satuan pendidikan. Baik dari sisi teknologi informasi serta komunikasinya.

Bagaimana dengan siswa SMK yang melakukan praktik kerja lapangan (PKL)? Sidik menjelaskan mereka sudah melakukan penarikan siswa magang diperusahaan itu sejak seminggu lalu. “Mulai dari seminggu yang lalu kami minta untuk pulang,” terangnya.

Penarikan siswa dari tempat PKL-nya itu untuk menindaklanjuti SE yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Berbeda dengan kelompok SMA/SMK yang menambah waktu belajar di rumah, untuk satuan pendidikan di bawah dinas pendikan (disdik) belum melakukan itu. Menurut Kadisdik Kota Kediri Siswanto, hingga kemarin waktu belajar di rumah bagi siswa TK hingga SMP masih tetap seperti edaran semula. Yaitu rencana masuk pada 30 Maret. “Sementara belum ada perubahan sambil menunggu perkembangan,” terangnya.

Dari Kabupaten Kediri, Bupati Haryanti Sutrisno kembali meminta masyarakat ikut aktif melaporkan jika ada warga yang masuk dalam risiko penularan Covid-19. Pelaporan tersebut akan melibatkan RT dan RW setempat.

“Berdasarkan arahan dari bupati, kami minta pendatang, khususnya dari daerah terdampak Covid-19 agar melapor ke RT atau RW setempat,” terang Krisna Setiawan, kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Krisna menyebutkan, bila kemarin dilakukan rapat mendadak. Hal ini terkait semakin tingginya jumlah positif korona di tingkat nasional. Karena itu diperlukan tindakan cepat antisipasi dengan melakukan pendataan masyarakat pendatang yang datang ke Kediri.

Selain dari luar negeri yang memang sudah masuk pendataan orang dengan risiko (ODR) maka saat ini ditambah dengan warga yang datang dari daerah pendemi. Seperti Jakarta, Solo, Jawa Barat, serta zona merah di Jawa Timur yaitu Surabaya dan Malang.

Prosedurnya, jelas Krisna, masyarakat yang tahu ada pendatang atau mungkin saudaranya yang baru datang dari luar kota agar segera melapor ke ketua RT atau RW. Setelah itu ditindaklanjuti dengan laporan ke pihak desa.

“Selanjutnya dari desa nanti dilaporkan ke puskesmas untuk dibantu pemantauan,” tegasnya.

Memang, sejak angka penularan Covid-19 terus tinggi, Pemkab Kediri terus meningkatkan kewaspadaan pencegahan penularan. Selain memberikan libur sekolah untuk siswa PAUD hingga SMA, juga dilakukan pembatasan kegiatan. Salah satunya perayaan Hari Jadi Kabupaten Kediri yang hampir seluruh kegiatan yang melibatkan massa dibatalkan.

Selain itu, juga dilakukan pembatasan tamu undangan dalam sejumlah kegiatan Pemkab Kediri yang belum bisa ditinggalkan. Seperti pelantikan yang digelar Jumat (20/3) lalu. Diketahui kalau pada pelantikan yang digelar di pendapa itu dilakukan tanpa mengundang tamu. Pelantikan yang salah satunya adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Wirawan ini digunakan pengaturan jarak. Yaitu minimal 1 meter. Tidak hanya yang dilantik tetapi juga duduk bupati dan sekda yang melantik.

“Semua kegiatan bupati kami laporkan secara streaming,” terang Krisna. Termasuk sejumlah kegiatan peresmian. Ini tak lain untuk memutus potensi penularan. Rencananya, hari ini sejumlah kegiatan pembatasan potensi penularan juga akan disosialisasikan ke masyarakat.

 

Libur semakin Lama

15 Maret              Gubernur mengeluar surat edaran (SE) agar seluruh pelajar belajar di rumah (secara online maupun tugas).

16 Maret              Seluruh siswa di semua tingkatan pendidikan mulai belajar di rumah hingga 29 Maret.

                             Pelajar kelas XII SMK melaksanakan UNBK, berakhir pada 19 Maret.

21 Maret              Keluar SE kedua dari Gubernur Jatim yang memperpanjang waktu libur untuk kelompok SMA dan SMK

                             Menunda pelaksanaan UNBK SMA yang semula 30 Maret 2020 – 2 April 2020 menjadi 6– 9 April 2020.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news