Rabu, 03 Jun 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Stok Darah Terancam Menipis

23 Maret 2020, 11: 14: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

Donor

AMAN: Petugas UTD PMI melayani pendonor di Kantor. Sejak virus merebak, mereka menghentikan layanan donor darah mobile. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

Sementara itu, mengantisipasi penyebaran virus korona, Unit Tranfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Nganjuk menghentikan layanan darah keliling di Alun-Alun Nganjuk. Akibatnya, stok darah di Kota Angin semakin menipis. Sebab, mereka hanya mengandalkan pendonor yang datang ke kantor UTD PMI.

Kepala UTD PMI Nganjuk dr Didik Jama’adi mengatakan, penghentian layanan donor darah mobile akibat kasus Covid-19 itu langsung berdampak pada stok. “Pendapatan (darah, Red) pasti berkurang,” ujarnya.

Agar stok darah tetap aman, dia mengaku sudah berkoordinasi dengan rumah sakit. Mereka diminta untuk efisiensi penggunaan darah.

Selebihnya, PMI tetap menerima pelayanan donor darah di UTD. Syaratnya, pendonor hanya boleh diantar satu orang saja. “Pendonor tidak perlu menunggu lama di kantor PMI agar tidak terjadi penumpukan orang,” lanjutnya.

Dikatakan Didik, internal UTD juga berupaya melakukan pencegahan korona. Yaitu, dengan menyemprotkan disinfektan di area kantor. “Mulai hari ini (kemarin, Red) sudah mulai disemprot,” terangnya.

Upaya lainnya, manajemen juga menyediakan tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun cair. “Untuk mematikan dan menghidupkan kran airnya tidak menggunakan tangan. Melainkan pakai kaki,” imbuhnya.

Untuk diketahui, stok darah di PMI mencapai 292 kantong. Terdiri dari 35 kantong darah golongan A, 92 kantong darah golongan B. Kemudian, golongan O dan AB masing-masing 128 kantong dan 37 kantong.

Stok darah masuk per Sabtu (21/3) lalu sebanyak 56 kantong. Terdiri dari golongan A 19 kantong. Kemudian, golongan B, O, dan AB masing-masing 14 kantong, 20 kantong, dan 3 kantong. Stok inilah yang dikhawatirkan tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan darah di wilayah Kota Angin.

Sementara itu, PMI menerapkan prosedur ketat dalam pelayanan donor pascamerebaknya Covid-19. Tak hanya membatasi pengunjung, mereka juga menempel pengumuman di kaca tentang tata cara masuk ke dalam ruangan.

Di antaranya, membuka pintu tidak dengan mendorong gagang pintu. Melainkan mendorong pintu menggunakan sikunya. “Untuk menghindari kontak dengan gagang pintu,” jelas Didik.

Saat berada di dalam ruangan, kursi juga diberi jarak. Pendonor yang datang tidak boleh berdekatan. “Besok (hari ini, Red) sudah ada alat pengukur suhu tubuh bagi para pendonor,” bebernya.

Perubahan protab pelayanan itu tidak dipermasalahkan oleh pendonor. Hendra, 28, warga Sawahan mengaku justru merasa nyaman. Dia senang melakukan donor darah di ruangan yang steril. “Ini (protab terkait korona, Red) juga untuk keamanan kita semua,” tegasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia