Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Temukan Satu PDP dan Empat ODP Baru

Libur SMA/SMK Diperpanjang Hingga April

23 Maret 2020, 11: 06: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

Cuci

RESPONSIF: Kwarcab Pramuka menyiapkan kran lengkap dengan sabun untuk cuci tangan di pinggir jalan depan kantor kwarcab Jl Supriyadi, Kota Nganjuk. Tempat cuci tangan serupa rencananya akan dibangun di beberapa titik ruang publik lainnya. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Penyebaran virus Covid-19 harus terus diwaspadai. Meski belum ada kasus positif korona di Kota Angin, setidaknya saat ini ditemukan empat orang dalam pemantauan (ODP) dan satu pasien dalam pengawasan (PDP) baru. Dua dari enam orang yang masuk dua kategori tersebut, saat ini menjalani perawatan di rumah sakit.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Nganjuk Syaifulloh mengatakan, jumlah orang dalam risiko (ODR) di Kabupaten Nganjuk sebanyak 161. Dari jumlah itu, empat orang di antaranya masuk kategori ODP. Kemudian, satu lainnya kategori PDP. “Sebanyak 17 orang belum bisa dihubungi karena alamatnya tidak jelas,” ujar Syaifulloh.

Lebih lanjut Syaifulloh mengatakan, empat orang yang kini dalam pemantauan dinkes memiliki faktor risiko yang berbeda. Tiga orang berasal dari Arab Saudi. Kemudian, satu lainnya dari Provinsi Bengkulu.Dua dari empat ODP tersebut, terang Syaifulloh, saat ini dirawat di rumah sakit. “Satu di RSI (RSI ‘Aisyiyah, Red) dan di RSUD Nganjuk,” lanjut pria berkacamata ini sembari menyebut satu pasien menunjukkan gejala infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), dan satu pasien lagi mengalami hiperglikemia.

Korona

Waspada Korona di Nganjuk (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Dikatakan Syaifulloh, dua pasien yang dirawat di rumah sakit itu masih belum diambil spesimennya. Adapun ODP lainnya sudah diambil spesimennya.

Selain empat ODP tersebut, tutur Syaifulloh, ada satu PDP yang sempat dirawat di RS Bhayangkara. “Ini (PDP, Red) faktor risikonya dari Malang,” terang Syaifulloh sembari menyebut pasien didiagnosa menderita hepatitis kronis.

Kemarin, terang Syaifulloh, pasien yang sudah pulang dari rumah sakit itu sudah diambil spesimennya. “Hari ini (kemarin, Red) diantar ke Surabaya (laboratorium, Red),” tandasnya.

Meski tengah melakukan pengawasan terhadap lima orang tersebut, Syaifulloh menegaskan hingga kemarin belum ada kasus positif Covid-19 di Nganjuk. “Masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan. Tetapi jangan panik,” imbuhnya.

Untuk diketahui, upaya pencegahan penyebaran korona tidak hanya dilakukan oleh Dinkes Nganjuk. Kwarcab Pramuka ikut mencegah penyebaran korona dengan menyediakan tempat cuci tangan dan sabun di depan kantor Kwarcab Pramuka Nganjuk Jl Supriyadi.

Koordinator Pengabdian Masyarakat dan Bencana Pramuka Supeno mengatakan, tempat cuci tangan itu sengaja disiapkan untuk mengajak masyarakat hidup sehat. “Selain di sini nanti akan kami dirikan di tempat umum lainnya,” beber Supeno.

Sementara itu, penetapan status siaga korona di Jawa Timur membuat jadwal libur untuk SMA/SMK diperpanjang. Jika semula siswa diminta belajar hingga akhir Maret, diperpanjang hingga 5 April.

Tidak hanya itu, ujian SMA yang  rencananya digelar 30 Maret hingga 2 April ditunda pelaksanaannya. “Jadi tanggal 6-9 April,” ujar Kacabdisdik Provinsi Jatim Wilayah Nganjuk Edy Sukarno sembari menyebut jadwal tersebut bisa berubah memperhatikan perkembangan kasus korona.

Jika libur siswa SMA/SMK diperpanjang, untuk tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP belum diputuskan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Mokhamad Yasin menjelaskan, hingga kemarin pihaknya belum membuat keputusan. “Kami masih menunggu perkembangan situasi di lapangan,”kata Yasin.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia