Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Praktikkan Cuci Tangan dan Beri Imbauan Keliling Kampung

Desa Talang, Rejoso Ikut Cegah Korona

23 Maret 2020, 10: 56: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

Boks

JEMPUT BOLA: dr Tien Farida Yani (kanan) bersama petugas kesehatan lain mempraktikkan cara cuci tangan yang benar dalam sosialisasi keliling kampung, Sabtu (21/3). (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

Desa Talang, Rejoso, mengambil langkah berbeda dalam mencegah penyebaran korona. Berkeliling kampung pada malam hari dengan mobil bak terbuka, mereka menggandeng petugas kesehatan untuk memberi sosialisasi memutus wabah Covid-19. 

REKIAN, REJOSO, JP Radar Nganjuk.

Mobil bak terbuka berwarna hitam menarik perhatian warga Desa Talang, Rejoso, pada Sabtu (21/3) malam. Bergerak dari balai desa pukul 19.05, mobil yang membawa dua speaker besar itu tidak pernah berhenti bersuara. Adalah suara seorang perempuan di mobil yang terdengar sangat keras.

Dalam hitungan detik, warga yang semula berada di dalam rumah langsung keluar. Mereka penasaran dengan sosok perempuan yang tak lain adalah dr Tien Farida Yani bersama beberapa petugas kesehatan lainnya.

Perempuan yang juga warga Desa Talang itu memang terus memberikan sosialisasi. Mulai tata cara cuci tangan yang benar sembari praktik dengan dua petugas kesehatan lain. Kemudian, memberi imbauan untuk jaga jarak, dan teknis pencegahan korona lainnya. “Saya hadir di sini tidak mewakili institusi. Ini murni panggilan hati,” ujar dokter berkacamata ini.

Perempuan berlesung pipi ini menuturkan, sosialisasi keliling kampung menggunakan bak terbuka itu merupakan ide kreatif sang kepala desa. Sebelumnya, mereka sudah memerintahkan warga untuk tinggal di rumah. Karenanya, pemerintah desa memilih untuk jemput bola.

Melihat kasus korona yang terus bertambah, perempuan yang juga wakil direktur pelayanan RSUD Nganjuk itu antusias untuk ikut berpartisipasi. Semangat yang sama ditunjukkan saat dia berada di mobil. “Jangan panik, nggih,” imbaunya usai memberi penjelasan tentang penyakit korona.

Beberapa saat kemudian, dia kembali mempraktikkan enam langkah mencuci tangan menggunakan sabun. Saat Tien memeragakan tahap demi tahap, dua petugas kesehatan di sampingnya ikut praktik memberi contoh. “Sementara ini tidak bersalaman dulu.Belajar di rumah, ibadah di rumah. Hidari kerumunan,” pintanya.

Warga yang tertarik dengan penjelasan Tien langsung mendekat ke mobil. Melihat itu, perempuan yang pernah menjabat direktur RSUD Kertosono meminta agar warga tetap menjaga jarak. “Pak kades sudah menyiapkan antiseptic, silakan disemprotkan di tangan,” beber Tien sembari menunjukkan antiseptic yang dibawa oleh petugas desa.

Penjelasan dan langkah serupa terus diulang-ulang oleh Tien dan petugas kesehatan lainnya. Total mereka berkeliling dalam waktu 1,5 jam. Di tiap titik, warga terlihat sangat antusias.

Kades Talang Suparlan yang ikut rombongan menuturkan, selain melakukan sosialisasi keliling kampung dengan bak terbuka, pihak desa juga membuat hand sanitizer sendiri. “Kami didampingi tim klinik Polres Nganjuk,” tutur Suparlan tentang pembuatan hand sanitizer.

Cairan yang terdiri dari alkohol, lidah buaya, dan baby oil itu sudah dibuat dengan takaran yang pas. Sehingga aman digunakan. “Sudah dibimbing oleh satgas Covid-19,” urainya. 

Terkait ide keliling kampung memberi sosialisasi kepada warga, Suparlan berujar hal itu sengaja dilakukan untuk membangun kesadaran warga. “Dengan cara seperti ini warga akan mendapat penjelasan yang pas,” urainya senang mendapat dukungan dari tenaga kesehatan dan forkopimca.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia