Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Cegah Penyebaran Covid-19, PT KAI Batasi Kapasitas Penumpang

22 Maret 2020, 18: 45: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

kereta tiket

BATASI: Salah seorang penumpang menunggu di ruang tunggu Stasiun Kediri, kemarin. Di sebelah tempat duduknya diberi batas sebagai cara social distancing. (Iqbal Syahroni - radarkediri)

Share this          

  KOTA, JP Radar Kediri  – Upaya memutus persebaran virus korona gencar dilakukan di fasilitas-fasilitas umum. PT KAI misalnya, menerapkan social distancing. Upaya menjaga jarak itu tak hanya diterapkan di ruang tunggu. Tapi juga di dalam  gerbong kereta dengan membatasi tiket yang dijual.

Di ruang tunggu, batas itu terlihat antarkursi. PT KAI memberi tanda silang dari selotip di kursi ruang tunggu tersebut. Bertujuan agar memberi jarak antarorang yang hendak duduk di kursi tunggu.

“Ini termasuk salah satu instruksi dari Pusat,” ujar Manajer Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendrowintoko, kemarin.

Selain kursi yang ada di bagian luar, di dalam pun juga diberi marka. Termasuk juga saat mengantre. Baik saat mengecek tiket dan kartu identitas. Semua proses itu diberi jarak agar tidak ada sentuhan secara fisik antarpenumpang.

Ixfan menjelaskan bahwa ini adalah sebagai wujud PT KAI Daop 7 Madiun yang proaktif akan peraturan yang telah diinstruksikan oleh pemerintah pusat. Sebagai salah saru proses pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain dalam check in atau di ruang tunggu, penerapan social distancing juga terjadi di dalam gerbong kereta api. Yakni dengan cara membatasi kapasitas KA lokal secara sistem. Dari yang awalnya kapasitas maksimum 150 persen dalam satu kali perjalanan kini menjadi maksimum 75 persen.

"Jadinya kereta agak lengang. Di dalamnya ini juga perlu disebarkan ke masyarakat. Karena masih ada yang komplain tiket sudah habis namun kereta tidak penuh," papar Ixfan.

Sebelumnya, di Stasiun Kediri juga sudah menambah tempat cuci tangan dengan sabun. Serta disiapkan petugas kesehatan. Para penumpang juga akan dicek secara jasmani. Untuk suhu tubuh dicek menggunakan thermal gun. Apabila lebih dari 37 derajat celcius maka penumpang akan diminta untuk memeriksakan kesehatannya terlebih dahulu.

“Kami memohon kerjasama dari seluruh penumpang. Serta meminta agar sesama penumpang dapat saling mengingatkan serta menyadari satu sama lain untuk menjaga jarak. Kebijakan ini akan berjalan efektif dengan dukungan dari seluruh pihak,” pungkas Ixfan.

Untuk diketahui, pada Kamis (19/3) siang, Pemkot Kediri juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di setiap sudut tempat yang sering ada kontak fisik  di Stasiun Kediri. Tujuannya untuk membunuh kuman dan bakteri yang kemungkinan menempel di tempat-tempat tersebut. Agar tidak menempel di tubuh manusia dan menjadi penyakit.

Pemkot Kediri sendiri juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan ke tempat-tempat lain. Khususnya yang dijadikan tempat berkumpulnya orang. Seperti di terminal, pasar, dan taman.

"Dilakukan secara merata, bergantian. Dengan upaya agar tidak menimbulkan penyebaran Covid-19," ujar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Pemkot Kediri sendiri juga sudah mempersiapkan sarana cuci tangan beserta sabun di beberapa tempat keramaian. Seperti di pasar, terminal, dan yang paling baru di Jalan Dhoho. "Memberikan pesan kepada masyarakat juga untuk selalu hidup bersih dan sehat. Agar terhindar dari risiko penularan yang cepat," ungkap Mas Abu.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia