Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Info Pilbup Kediri: Koalisi Penghadang Calon Tunggal Jalan di Tempat

22 Maret 2020, 16: 40: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

Pilbup Kediri

Pilbup Kediri (radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Perkembangan politik menjelang pemilihan bupati (pilbup) relatif stagnan. Selain kian kuatnya kabar berkoalisinya empat parpol besar-PDIP, PKB, Partai Golkar, dan PAN-geliat parpol lain belum terlihat. Bahkan, keinginan menggalang kekuatan menghadang kemungkinan calon tunggal juga seperti jalan di tempat. Hingga kemarin belum ada perkembangan signifikan dari rencana itu.

“Sampai saat ini belum ada kabar lagi,” aku Sekretaris DPC Partai Gerindra Abdul Rozaq, terkait kelanjutan kabar koalisi parpol yang akan mereka galang.

Sebelumnya, ada beberapa partai yang dikabarkan menjalin komunikasi politik secara intensif. Tujuannya untuk mengusung calon sendiri sebagai pesaing calon yang akan diusung oleh PDI Perjuangan. Partai-partai itu adalah Gerindra, PPP, Partai Demokrat, dan PKS.

Meskipun belum ada kabar lagi, Rozaq mengatakan mereka tetap menjalin komunikasi. Hanya saja semua keputusan nantinya akan bergantung pada pengurus pusat masing-masing. Baik terkait koalisi maupun siapa nanti nama calon yang akan diusung.

Ketua DPC Partai Gerindra Arief Junaedi mengatakan akan memberikan kabar lagi terkait hal tersebut. Namun ia tak bisa membeberkan waktu pasti kapan pihaknya akan menentukan hasil perkembangan koalisi tersebut. Termasuk nama-nama yang diusulkan ke DPP.  “Tunggu dari DPP, saya ajukan yang ikut verifikasi di DPC dulu,” ujarnya.

Terkait apakah ada nama baru dalam berkas yang diajukan itu. Arif menegaskan masih nama-nama lama. “Yang lama masih kami ajukan. Karena belum ada instruksi yang baru,” imbuhnya.

Sebelumnya, Partai Gerindra telah melakukan penjaringan bakal calon. Hanya, nama hasil penjaringan itu belum menjadi jaminan. Bila tidak memenuhi kriteria dan ketentuan pengurus pusat, kemungkinan akan melakukan penjaringan ulang.

Dari PPP, ketua DPC Taufiq Chavifudin juga belum bisa memberikan informasi terkait perkembangan koalisi. Bahkan keinginan itu terkesan masih jalan di tempat. “Masih belum ada progress,” ungkap Taufiq.

Sementara partai yang tak masuk dalam daftar koalisi, yakni Nasdem, hingga kemarin juga tak banyak pergerakan. Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Kediri Luthfi Mahmudiono mengaku akan tunduk dengan keputusan DPP.

“Saya belum bisa komen, kita tunggu keputusan DPP. Dinamikanya masih tetap,” jawab Luthfi ditanya terkait kabar koalisi untuk partainya.

Luthfi menegaskan, isu adanya calon tunggal tak menjadi masalah di partainya. Termasuk terkait rekomendasi yang hingga kini belum turun. Partai ini masih tetap menunggu keputusan DPP.

“Kita tinggal menunggu mekanisme dari DPP. Sebab dari DPD kita sudah membuka pendaftaran hingga dilanjutkan ke DPW dan saat ini posisi di DPP,” jelas luthfi.

Terkait terkait isu koalisi dari sejumlah parpol di pusat yang berencana mendukung satu calon yang diprediksi tunggal, Luthfi menegaskan bahwa pihaknya tak ingin terpengaruh dengan hal itu.

Sementara di kubu PKB, beberapa hari terakhir telah menjalin komunikasi intens dengan calon parpol koalisinya yakni PDIP, Golkar, dan PAN. Bahkan, dalam komunikasi pada empat partai ini telah mulai membahas siapa bupati dan wakilnya. Tentu dengan modal kursi terbanyak di parlemen, membuat partai-partai ini semakin percaya diri dalam mengusung calon yang bakal diusungnya. “Meski demikian, hingga kini kita masih menunggu kabar dari pusat,” pungkas Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kediri Dodi Purwanto.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia