Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Sepi, Pedagang Pilih untuk Kosongkan Kios

21 Maret 2020, 11: 56: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

Pasar

TUTUP: Sejumlah kios kelontong di Pasar Wage tutup. Pedagang memilih tidak berjualan karena sepi. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi Pasar Wage II yang hingga tahun ini tetap sepi. Para pembeli lebih suka berbelanja di Pasar Wage I yang sampai sekarang masih beroperasi. Akibatnya, sebagian pedagang memilih menutup kiosnya.

Sepinya pasar Wage II ini diakui beberapa pedagang kelontong. Mereka merasa pembeli lebih banyak berada di pasar Wage I karena lokasinya lebih dekat dengan jalan raya. “Harusnya semua dipindahkan ke sini (Pasar WageII, Red) jadi tidak ada lagi kios yang kosong seperti ini,” ungkap Istiana, salah satu pedagang Pasar Wage II. 

Pedagang asal Kelurahan Kramat, Kota Nganjuk ini mengatakan, para pembeli baru mau berbelanja di Pasar Wage II jika barang yang mereka cari di pasar depan tidak ada. “Hanya sebagian yang laku,” lanjutnya.

Hal senada diamini Dedi, 52, pedagang Pasar Wage II asal  Kota Nganjuk. Keberadaan dua pasar, lanjut Dedi, membuat para pembeli tidak bisa berkumpul di satu tempat. Akibatnya, pasar yang baru dibangun itu menjadi sepi. “Lain cerita kalau semuanya pindah ke pasar Wage II,” ungkapnya.

Untuk diketahui, di Pasar Wage II saat ini ada sekitar 800 pedagang. Adapun di Pasar Wage I hanya tersisa sekitar 200 pedagang. Jika pedagang di dua pasar itu dijadikan satu, Dedi berharap pasar bisa ramai seperti dulu.

Pantauan koran ini, sejumlah kios di Pasar Wage II memang banyak yang kosong. Mulai kios di deretan pedagang kelontong, baju, hingga kios di deretan warung. Terkait hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Heni Rochtanti mengakui jika Pasar Wage II dan Pasar Wage I idealnya dijadikan satu.

Meski demikian, menurut Heni hingga tahun ini  belum ada rencana melanjutkan proyek pembangunan pasar. Pembangunan lanjutan Pasar Wage II, tutur Heni, masih butuh kajian lebih lanjut. “Yang akan dibahas nanti lokasinya,” beber Heni.

Jika sudah ada lokasi untuk tambahan pembangunan pasar, tutur Heni, pemkab bisa menganggarkan pembangunannya. “Sekarang (tahun ini, Red) masih belum ada anggaran pembangunan,” tandasnya.

Seperti diberitakan, ratusan pedagang yang saat ini menempati Pasar Wage II dahulu menempati pasar di sebelah selatan. Saat ini, lahan tersebut digunakan untuk pembangunan taman Nyawiji.

Ke depan pemkab berencana memperluas pembangunan taman tersebut. Karenanya, sekitar 200 pedagang yang saat ini menempati pasar lama, ke depan akan dipindah ke sana. Hanya saja, belum ada kejelasan kapan pemindahan itu bisa terealisasi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia