Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Jangan Ajak Siswa ke Luar Kota Dulu

Dua Warga ODP Korona Bisa Langsung Pulang

17 Maret 2020, 14: 31: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

PERLU WASPADA: Rombongan siswa SMP di Kecamatan Patianrowo pulang sekolah dengan bersepeda, akhir Januari lalu. Disdik mengimbau sekolah agar tidak berkegiatan di luar daerah lebih dulu.

PERLU WASPADA: Rombongan siswa SMP di Kecamatan Patianrowo pulang sekolah dengan bersepeda, akhir Januari lalu. Disdik mengimbau sekolah agar tidak berkegiatan di luar daerah lebih dulu. (Rekian - radarkediri)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Pendidikan (Disdik) Nganjuk merespons surat edaran Gubernur Jatim terkait dengan peningkatan kewaspadaan virus korona (covid-19). Agar tidak ada siswa yang terdampak, disdik mengimbau seluruh sekolah meninjau kembali rencana untuk berkegiatan ke luar daerah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Disdik Nganjuk Moh. Yasin, kemarin. “Sejauh ini belum ada rencana untuk menghentikan proses belajar mengajar di sekolah seperti yang dilakukan Kota Solo. Kami hanya meminta agar setiap sekolah menunda rencana berkunjung ke luar daerah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Dia menyebut, penundaan kegiatan sekolah keluar daerah bertujuan untuk mencegah penularan covid-19 terhadap siswa asal Nganjuk. Apalagi saat ini sudah ada daerah yang dinyatakan sebagai wilayah kejadian luar biasa (KLB). Inilah yang perlu disadarkan terhadap guru, siswa, maupun orang tuanya.  

Karena itu pula, mantan kepala dinas sosial ini meminta agar setiap guru bisa memantau kesehatan siswanya. “Kalau ada siswa yang sakit seperti batuk, pilek atau demam segera diperhatikan. Bila perlu diajak untuk melakukan kontrol ke rumah sakit,” bebernya.

Menurut Yasin, warga sekolah perlu memahami proses penularan covid-19. Bisa dimulai dari guru-gurunya. Kemudian disampaikan dengan jelas kepada siswa. Termasuk tentang cara penularan, masa inkubasi, gejala, hingga pencegahannya.

Dengan demikian, semua memahaminya. “Kalau paham, kita tidak perlu panik untuk menyikapi. Tapi, tetap harus waspada,” tandas Yasin.

Kewaspadaan itu salah satunya dilakukan dengan melakukan upaya pencegahan. Misalnya, menyediakan tempat cuci tangan untuk siswa di sekolah.  “Tidak hanya tempat cuci tangan, tetapi juga harus ada sabunnya,” lanjutnya.

Selain itu, sambung Yasin, senantiasa mengajak warga sekolah untuk menjaga kesehatan. Serta, peningkatan daya tahan tubuh dengan cara pola hidup sehat. Termasuk menjaga kebugaran tubuh dengan olahraga.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Nganjuk Syaifulloh menyatakan akan menindaklanjuti surat edaran gubernur terkait penanganan virus korona. Salah satunya dengan melakukan pengawasan terhadap kunjungan pasien dengan gejala demam, batuk, dan sesak. Terutama yang didukung riwayat pernah bepergian ke negara yang telah terjangkit. “Kami juga akan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” ungkapnya.

Terkait jumlah orang dalam pemantauan (ODP), hingga kemarin belum ada perubahan. Masih sama dengan sebelumnya, yaitu dua orang. “Sudah diperiksa di RSUD Nganjuk, kemarin (Jumat, 13/3), dan langsung pulang,” beber Syaifulloh.

Dia menegaskan, dengan adanya surat edaran gubernur, setiap rumah sakit rujukan harus bisa menerima pasien bila ada rujukan pasien yang terdeteksi kena serangan covid-19. Termasuk RSUD Nganjuk. Namun, sejauh ini, di Nganjuk memang belum ada yang dirujuk.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia