Sabtu, 19 Jun 2021
radarkediri
icon-featured
Politik

Pilbup Kediri: Dukung Dhito, Golkar Ajukan Ketua Muslimat

Bisa Jadi Titik Temu Parpol Pendukung

16 Maret 2020, 20: 43: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

Golkar di Pilbup Kediri

Golkar di Pilbup Kediri

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Partai Golkar akhirnya menentukan sikap. Dalam pemilihan bupati (pilbup) Kediri, September nanti, partai berlambang pohon beringin itu memastikan untuk mendukung Hanindhito Himawan Pramono – yang hampir pasti diusung PDIP. Ini semakin menguatkan isu koalisi istana untuk mengusung putra Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung tersebut.

   Kepastian itu disampaikan langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur yang juga Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Jatim DPP Partai Golkar Muh. Sarmuji, kemarin. “Partai Golkar mendukung Mas Dhito (panggilan akrab Hanindhito, Red) dalam pilbup Kediri tahun ini,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

   Sarmuji tak menampik bahwa di tingkat pusat ada konsolidasi partai untuk mendukung Dhito. Bahkan, kepastian dukungan Partai Golkar untuk sosok anak muda di bawah 30 tahun tersebut disampaikan sendiri oleh ketua umumnya, Airlangga Hartarto. Dhito dianggap sebagai sosok muda yang akan mampu membawa Kabupaten Kediri lebih baik lagi.

   Cuma, lanjut Sarmuji, sosok Dhito harus didampingi oleh figur yang tepat sebagai bakal calon wakil bupati (bacawabup)-nya. Hal itu mengingat bahwa selama ini Dhito lebih banyak tinggal di Jakarta. Maka, sosok pendampingnya haruslah yang mempunyai akar kuat di masyarakat Kabupaten Kediri. Selain itu memiliki pengalaman yang cukup di pemerintahan.

   Siapa? Sarmuji yang juga anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Kediri, Tulungagung, dan Blitar itu menyebut nama Mudawamah. Ketua Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kediri itu dianggap sebagai figur yang sesuai dengan kriteria di atas. “Bu Mudawamah jelas mengakar dan punya pengalaman di pemerintahan. Beliau pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Kediri dari PKB,” tandasnya.

   Punya akar, lanjut Sarmuji, penting dalam event pilbup karena akan memengaruhi elektabilitas. Sekalipun pada akhirnya hanya muncul satu pasangan alias calon tunggal. “Calon tunggal sekalipun punya risiko. Bagaimana jika kalah dari bumbung kosong? Tentu tidak elok,” lanjutnya.

   Ia menambahkan, sosok Mudawamah juga bisa menjadi titik temu dari seluruh partai pendukung Dhito. Sebab, figurnya relatif bisa diterima oleh semua. Ini penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan ke depan. Golkar sendiri bisa menerima sekalipun Mudawamah pernah menjadi anggota DPRD dari PKB. “Jadi, elektabilitas dan stabilitas juga harus dipertimbangkan,” tambah mantan aktivis mahasiswa itu.

   Lalu, bagaimana dengan kabar yang menyebut bahwa Mudawamah pernah bergabung dengan Partai Demokrat –karena hal itu bisa menjadi resistensi di PDIP? Sarmuji mengaku sudah mengonfirmasi langsung kabar tersebut kepada yang bersangkutan. Dan, hal itu tidak benar. “Beliau hanya pernah di PKB dan sekarang fokus di Muslimat,” jawabnya.

   Sebelumnya, meski memiliki enam kursi dan berpeluang membentuk koalisi untuk mengusung calon sendiri, DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri belum berani menentukan sikap. Mereka menunggu petunjuk dari DPP. Alasannya, khawatir jika keputusan yang diambil berbeda dengan keputusan DPP. Dan, itu bisa mengecewakan calon yang diusung. “Memang yang paling aman kita tunggu. Kalau pusat sudah siap memutuskan, baru kita action,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri Sigit Sosiawan.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news