Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Events
icon featured
Events

Mereka yang Menjadi Jawara di Beat School Contest 2020 (12/Habis)

Terima Banyak Dukungan di Hari Terakhir

13 Maret 2020, 13: 25: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

jaka gadis batik

MOTIVASI: Akbar dan Mawar yang terpilih sebagai Jaka dan Gadis Batik Favorit saat menerima penghargaan dari Manager Pemasaran JPRK Heri Muda Setiawan di SLG. (Didin Saputro - radarkediri)

Share this          

Bagai mesin, suara dukungan untuk keduanya seperti perlu pemanasan. Jika Triano  Nur Akbar baru mendapat banyak suara di hari kedua, sementara Dyah Ayu justru di hari terakhir, setelah sebelumnya harus bersaing ketat dengan finalis lainnya.

Fajar Rahmad A.W-Samsul Abidin, Kota, JP Radar Kediri

Senyum Akbar tak pernah lepas dari wajahnya. Ketika namanya diumumkan oleh host sebagai Jaka Batik Favorit di tahun 2020. Meski dukungan suaranya sudah mendominasi, pemilik nama Triano Nur Akbar ini tetap tak menyangka.

“Saya melihat teman-teman lain banyak yang berpotensi mendapatkan juara dan mereka bersaing cukup ketat untuk meraih gelar tersebut,” tutur Akbar saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri.

Data dari Jawa Pos Radar Kediri, Akbar berhasil meraih suara 60,1 persen. Raihan suara ini sudah mendominasi sejak hari kedua. Sebelumnya, pada hari pertama, Akbar hanya berhasil menempati peringkat kedua, di bawah Wahyu Pradana yang berasal dari MAN 1 Kota Kediri.

Siswa MAN 3 Kediri ini pun akhirnya berhasil meraup banyak suara di hari ketiga polling dengan langsung melesat dengan raihan 60,8 persen. Hingga akhirnya menutup polling di puncak pemilihan Jaka-Gadis Batik 2020 di angka 52 persen. Kembali bersaing dengan Wahyu Pradana di urutan kedua dengan raihan 38,4 persen.

Menurut Akbar, dirinya memang mempunyai cara sendiri untuk menghimpun suara, agar mendapatkan vote terbanyak. Dengan meminta bantuan vote dari madrasah dan seluruh siswa di sekolahnya. Baginya caranya ini untuk demi membawa nama baik madrasahnya kedepan. “Terima kasih kepada seluruh siswa, sekolah dan teman-teman yang sudah mendukung saya,” ucapnya.

Menjadi finalis Jaka Batik memang menjadi pengalaman yang menarik baginya. Membawakan baju batik dengan motif Simpang Lima Gumul, Akbar berharap bisa semakin mengenalkan batik di kalangan remaja.

Sebenarnya, awalnya Akbar tidak berpikir untuk mengikuti Jaka dan Gadis Batik 2020, karena audisinya berbenturan dengan jadwal melatih paskibra adik kelasnya. Dia sempat kebingungan membagi waktu kedua kegiatan tersebut. hingga akhirnya tertolong oleh ketiga temannya yang bersedia menggantikan dia untuk jadi pelatih paskibra.  “Target awal jika tidak juara satu, dapat meraih juara dua Mas... Mendapatkan juara favorit ini saya anggap sebagai rezeki tambahan,” ungkapnya.

Hal tak jauh berbeda juga dialami Dyah Ayu Puspa Mawar Indah. Dara cantik yang biasa dipanggil Mawar ini juga mendapat dukungan maksimal di hari-hari terakhir.

Memang, persaingan sangat ketat ada di kelompok finalis gadis sejak hari pertama dibukanya polling, Mawar harus bersaing dengan Thatira Putri Natalytha dari SMPN 1 Kediri.

Bahkan, pada hari Jumat atau satu hari menjelang puncak final, Thatira masih memuncaki polling. Sampai akhirnya hari terakhir, ballot untuk Mawar ternyata berhasil mengungguli dengan raihan 49,9 persen. Sementara Thatira ‘hanya’ meraih 19,6 persen di urutan kedua. Sedangkan Layla Rohmatul dari MTsN 7 Kediri yang meraih 12,7 di peringkat ketiga.

“Karena itu, saya tidak menyangka. Tidak ada harapan dan ekspektasi bakal menang, ketika dipanggil bersyukur,” tutur perempuan 16 tahun asal Surabaya ini. Rupanya, usaha untuk terus berpromosi diri melalui instagram dan meminta bantuan dari teman-temannya di Kediri dan Nganjuk cukup berhasil.

Siswi SMAN 5 Taruna Brawijaya ini mengatakan kalau banyak persiapan yang dilakukannya menjelang pemilihan Jaka dan Gadis Batik 2020. Menjadi model dan berjalan di catwalk sebenarnya bukan hal baru baginya. Karena dia sudah mengenal dunia modelling sejak SMP,. “Ternyata, saya bisa kembeli menekuninya melalui pemilihan Jaka dan Gadis Batik,” tuturnya.

Di ajang pemilihan ini, dia sengaja mengenalkan dress batik Pekalongan bermotif talesan dipadukan dengan parang alit merah muda yang membuat aura remajanya terpancar.

Harapannya, dengan hasil ini, dia bisa terus mengasah potensi modelling yang ada di dirinya. “Saya juga akan terus mempromosikan batik bagi anak muda,” terangnya.

Sementara manager pemasaran Jawa Pos Radar Kediri Heri Muda Setiawan mengatakan bahwa hasil polling dapat dipertanggungjawabkan. Selama belasan tahun mengadakan polling, biasanya kejutan akan berlangsung pada hari terakhir. “Ternyata banyak yang sudah menggunting tetapi memilih mengirim ballot di hari terakhir,” bebernya. Tak lupa, dirinya memberikan ucapan selamat kepada para pemenang favorit.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia