Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Puting Beliung di Kediri: Kepala Bocor Tak Terasa karena Panik

02 Maret 2020, 18: 00: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

backhoe puting beliung

POTONG DAHAN: Dengan menggunakan backhoe, warga dan petugas BPBD memotong pohon yang bertumbangan menimpa rumah warga di Desa Ngreco, Kandat. (Habibah Anisa - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Hujan belum benar-benar reda ketika puluhan warga Desa Ngreco, Kecamatan Kandat keluar rumah sore kemarin. Gerimis masih jatuh ke bumi. Namun titik-titik air itu tak mereka hiraukan. Orang-orang itu terlihat berusaha membersihkan puing-puing yang berserakan di sekitar rumah mereka. Imbas dari bagian-bagian rumah mereka yang rusak atau ambrol.

Beberapa dari mereka bergerombol di dekat batang pohon yang tumbang. Bergotong royong memangkas dahan yang sebagian menimpa rumah penduduk.

Diki salah seorang di antaranya. Pemuda bernama lengkap Diki Junianto Setiawan ini sibuk merapikan lembar aluminium di teras rumahnya. Benda itu adalah atap teras rumahnya yang terlepas akibat angin kencang yang menerjang desanya beberapa jam sebelumnya.

puting beliung

COPOT: Kondisi atap rumah salah satu warga. (Habibah Anisa - radarkediri)

“Panik Mas, tiba-tiba angin dari arah barat laut sangat kencang,” cerita Diki mengingat kembali peristiwa itu. Saat itu ia sedang berada di teras.

Ketika angin bertiup kencang itu Diki dan sang ibu, yang ada di dalam rumah, jadi panik. Keduanya berusaha lari menyelamatkan diri. Mencari tempat yang dianggap aman. Diki berpikir bila bertahan di dalam rumah justru berbahaya. Karena berisiko tertimpa atap rumah.

Apalagi di kebun belakang rumahnya banyak tumbuh pohon tinggi. Yang sewaktu-waktu bisa roboh dan menimpa rumah.

Benar saja, ada salah satu pohon waru di belakang rumahnya roboh. “Ada pohon besar menimpa dapur,” ungkapnya.

Untungnya, dia telah berupaya berlindung ke tempat aman. Yang membuatnya terhindar dari luka berat. Meskipun upayanya itu tak benar-benar menghindarkannya dari bahaya. Karena kepalanya tetap kejatuhan genting yang berjatuhan.

Memang, saking kencangnya angin yang menerjang kawasan itu kemarin banyak genting yang terlepas dari atap. Salah satunya menimpa kepala Diki. “Karena panik jadi tidak terasa kalau kejatuhan genting. Tahu-tahu ada tetangga yang bilang kepala saya berdarah,” terang Diki.

“Tapi Alhamdulillah tidak parah,” imbuh pemuda 22 tahun ini.

Rumah Diki termasuk mengalami kerusakan yang berat. Nyaris semua bagian atapnya jatuh. Mulai dari dua kamar, teras, dapur, dan beberapa ruang lain. Itu juga terjadi pada beberapa rumah lain di sana. Setidaknya ada sekitar 50- an rumah yang terdampak angin kencang berdurasi tak lebih dari 3 menit itu.

Sementara sang Ibu, Siti Amilah, awalnya berada di dalam rumah. Tahu ada angin kencang, perempuan berjilbab ini berupaya keluar. Saat mencoba keluar ia kaget karena pintu rumahnya tiba-tiba menutup sendiri.

“Karena saking kencangnya angina, saya kaget. Saat mau keluar pintunya tertutup keras. Jadi seperti terperangkap. Tapi Alhamdulillah tidak apa-apa,” ceritanya.

Hingga kemarin sore, dari kejadian ini Desa Ngreco belum sepenuhnya bersih. Warga masih bergotong royong membersihkan. Termasuk dibantu anggota BPBD Kabupaten Kediri.

“Langkah selanjutnya kami antisipasi untuk memangkas pohon-pohon besar. Terutama yang dekat rumah,” kata Kepala Desa Ngreco Ahmad Bahrudin.

Ia bersyukur karena tak ada korban parah akibat kejadian ini. Di Desa Ngreco sendiri, sepanjang sejarah, bencana angin kencang baru kali ini terjadi.

Sementara itu, BPBD mengimbau agar tetap waspada. Karena cuaca masih berpotensi memunculkan bencana hujan lebat disertai angin kencang.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia