Senin, 06 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Omzet Miliaran Menguap

Biro Travel Minta Pemerintah Beri Solusi

28 Februari 2020, 15: 08: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

Umroh

KONSULTASI: Petugas Kemenag Nganjuk berdiskusi dengan calon jamaah haji yang mengurus administrasi. Para jamaah umrah hanya datang ke sana untuk mengurus rekomendasi paspor. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

TANJUNGANOM, JP Radar Nganjuuk-Kebijakan pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara izin umrah mulai kemarin, membuat biro travel ketar-ketir. Omzet bernilai miliaran rupiah pun menguap karena keberangkatan jamaah Maret nanti hampir dipastikan batal.

Seperti diakui oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Zamzam di Kelurahan Warujayeng, Tanjunganom. Rencana keberangkatan 90 jamaahnya Maret nanti menjadi pertanyaan pascaturunnya kebijakan dari Arab Saudi tersebut. “Pengurusan berkas administrasi jamaah (yang berangkat Maret, Red) sudah selesai,” ujar Pimpinan KBIHU Zamzam Warujayeng Izam Karim.

Akhir Februari ini, lanjut pria yang akrab disapa Zamzam itu, pihaknya juga sudah mengurus semua keperluan jamaah di Tanah Suci. Mulai tiket pesawat, hotel, katering, dan visa untuk jamaah yang berangkat Maret sudah selesai diurus.

Pria berusia 57 tahun itu menjelaskan, biaya umrah di KBIHU beragam. Untuk kelas ekonomi sebesar Rp 25 juta, kemudian kelas standar Rp 29 juta, dan eksekutif Rp 33 juta. Dengan asumsi 90 orang tersebut berangkat memakai kelas ekonomi, sedikitnya omzet senilai Rp 2,2 miliar itu melayang. “Itu dampak ekonomi bagi travel bila dihentikan,” keluhnya sembari menyebut tiap bulan dia memberangkatkan 90 jamaah tiap bulan.

Terkait penghentian umrah mulai kemarin, Izam mengaku belum tahu apakah keberangkatan para jamaah bisa di-reschedule atau tidak. Karenanya, dia berharap pemerintah memberi perlindungan bagi jamaaah.

Termasuk saat penerbitan kembali visa setelah kebijakan penghentian umrah dicabut nanti. “Harapannya tidak membebani jamaah yang sudah membayar,” tandasnya sembari menyebut jamaah yang berangkat Maret sudah mendaftar sejak 3-4 bulan lalu.

Meski sudah mendengar kebijakan penghentian umrah kemarin, Izam mengaku belum memberitahu para jamaah. Termasuk jamaah yang dijadwalkan berangkat Maret nanti. Dia baru akan mengabarkan pada jamaah setelah mendapat pemberitahuan resmi.

Apakah sudah ada jamaah yang mengundurkan diri? Ditanya demikian, Izam menjawab dengan menggelengkan kepala. Bahkan, kemarin masih ada jamaah yang mendaftar umrah. “Besok (hari ini, Red) ada satu  jamaah yang akan bikin paspor,” tambahnya. 

Terpisah, Kasi Haji dan Umrah Kemenag Nganjuk Muhammad Afif Fauzi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Provinsi Jatim dan Kemenag pusat terkait kebijakan penghentian umrah. “Penghentian ini sifatnya sementara. Belum diketahui batas waktunya,” ungkap Afif tentang kebijakan penghentian umrah untuk mencegah virus korona itu.

Dikatakan Afif, Kemenag Nganjuk masih terus berkoordinasi dengan pusat untuk langkah-langkah berikutnya yang akan diambil. Termasuk menunggu hasil negosiasi Kemenag dengan pemerintah Arab Saudi agar memberi prioritas bagi jamaah yang visanya sudah terbit.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Kami masih menunggu,” tandasnya sembari menyebut pemerintah juga tengah berupaya untuk me-reschedule penerbangan dan akomodasi lain yang sudah diurus.

Berapa jumlah jamaah yang mengurus rekomendasi umrah ke Kemenag Nganjuk? Ditanya demikian, Afif menyebut sejak Januari hingga Februari ini total ada 161 orang yang membuat paspor untuk umrah. Hanya saja, dari jumlah tersebut belum diketahui berapa jamaah yang belum berangkat.

Dampak Penghentian Umrah:

-Omzet miliaran dari biro travel untuk keberangkatan Maret nanti menguap

-Di Nganjuk, sedikitnya ada 161 orang yang mengurus paspor untuk umrah

-Sebanyak 90 jamaah dari KBIHU Zamzam dijadwalkan berangkat Maret

-Biro travel berharap ada kebijakan reschedule yang tidak memberatkan jamaah

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia