Selasa, 31 Mar 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Bulog Menilai Harga Gabah Masih Wajar

Stok Melimpah, Pasarkan Beras ke Luar Daerah

28 Februari 2020, 15: 04: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

Beras

STOK MELIMPAH: Warga melintas di depan gudang bulog di Kelurahan Kedondong, Bagor. Hingga akhir Februari ini Bulog Subdivre V Kediri mengklaim jumlah beras mereka masih banyak. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Mulai menurunnya harga gabah di musim panen akhir Februari ini dianggap masih wajar oleh Bulog Subdivre V Kediri. Alasannya, meski terus turun, harga gabah masih sesuai dengan harga pokok penjualan (HPP) yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Bulog Subdivre V Kediri Mara Kamin Siregar mengatakan, HPP sesuai Inpres No. 5/2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah senilai Rp 3.700 per kilogram. Harga tersebut untuk gabah dengan kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen. “Sampai sekarang HPP belum berubah,” ujar Mara.

Dikatakan Mara, pada 2019 lalu pemerintah pusat sempat menambah HPP sebesar 10 persen, Sehingga, harga pembelian gabah kering panen menjadi Rp 4.070 per kilogram. Adapun tahun ini, menurut Mara belum ada tambahan anggaran dari pemerintah pusat untuk menyerap gabah petani.

Meski harga di petani mulai turun, menurut Mara masih terbilang tinggi. Patokannya, masih di atas atau sama dengan HPP bulog. “Stok (beras, Red) di bulog juga masih melimpah,” lanjutnya.

Sampai akhir Februari ini, bulog memiliki stok sebanyak 74.581 ton. Khusus untuk wilayah Nganjuk mencapai 32.573 ton. Dengan stok tersebut, menurut Mara pihaknya masih berupaya memaksimalkan penjualan stok yang ada. “Kami coba cari pasar baru selain Jakarta dan Kalimantan. Mungkin Sumatera,” tandasnya.

Selain beberapa daerah tersebut, penyerapan stok juga diupayakan lewat bantuan pangan non-tunai (BPNT).  Jika stok berkurang, Mara menyebut pihaknya akan menyiapkan gudang untuk serapan panen raya yang diprediksi berlangsung pada Maret dan awal April nanti.

Bulog, tegas Mara, tetap siap untuk membantu petani. Salah satu upayanya, menggandeng gabungan kelompok tani (gapoktan). Isi kerja samanya tentang penyerapan gabah milik petani yang ada di Nganjuk.

“Kerja sama dengan gapoktan sudah kami laksanakan sejak lama. Harapannya nanti tidak tidak hanya di satu kecamatan tapi di semua kecamatan yang ada di Nganjuk,” bebernya.

Seperti diberitakan, dinas pertanian (dispertan) berencana menggandeng bulog untuk menyerap gabah petani. Hal itu dilakukan merespons kekhawatiran petani setelah harga gabah yang terus menurun. Dispertan berharap Bulog bisa meringankan beban petani lokal dengan menyerap gabah kering atau gabah giling dari petani.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia