Senin, 06 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Tanggul Jebol, Air Sungai Meluap

Pekarangan, Jalan, dan Rumah Terendam

28 Februari 2020, 14: 52: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

Banjir

BENCANA LANGGANAN:Relawan Senopati Rescue menuntut Mbah Rebo, warga Kelurahan Kapas, Sukomoro yang Rabu malam lalu rumahnya terendam luapan air bah. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Hujan deras yang terjadi Rabu (26/2) malam lalu membuat dua titik tanggul sungai di Kelurahan Kapas, Sukomoro jebol. Akibatnya, jalan, pekarangan, dan sebagian rumah warga di dua lingkungan di sana, terendam air.

Pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk hingga pukul 01.30 dini hari kemarin, daerah terdampak luapan cukup parah terletak di Lingkungan Santren dan Jatirejo. Di sana, ketinggian air hingga 50 sentimeter. Adapun air bah yang masuk ke rumah warga hingga setinggi sekitar 20 sentimeter.

Salah satu rumah warga yang terendam cukup parah adalah milik Mbah Rebo, 75, di Dusun Santren, Kelurahan Kapas. Di jalan menuju rumah pria tua itu, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Adapun air yang masuk ke dalam rumah hingga 20 sentimeter.

Banjir

TERENDAM: Warga berusaha menyelamatkan barang dan perabotan rumah agar tidak terkena air. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Kebetulan, belakang rumah kakek yang mengalami gangguan pendengaran tersebut merupakan aliran sungai Kapas. Alhasil, aliran air yang deras masuk ke dalam rumah. “Di sini memang sudah setiap tahun banjir,” ujar Basuki, 50, warga setempat.

Meski sudah langganan setiap tahun, luapan sungai pada Rabu malam lalu adalah yang paling parah. Apalagi, ada dua titik tanggul yang jebol karena tak kuat menahan derasnya air bah. Salah satunya terletak di dekat rumah Basuki.

Nur Ali, 65, warga Dusun Jatirejo, Kapas juga merasakan hal yang sama. Menurutnya, air bah mulai masuk ke dalam rumah sekitar pukul 21.55. Hanya dalam hitungan menit, debit air terus bertambah hingga air di dalam rumahnya setinggi mata kaki. “Saya dan istri langsung menaikkan barang ke kursi dan meja,” tuturnya kepada koran ini.

Kesigapannya tersebut membuat perabotan dan alat elektronik di rumahnya dapat diselamatkan. Namun, dua unit sepeda motor miliknya harus terendam sekitar 30 – 35 sentimeter. Pasalnya, garasi tempat memarkir kendaraan tersebut tidak setinggi bangunan inti rumahnya.

Selain di Kelurahan Kapas, Sukomoro, banjir akibat luapan air sungai juga terjadi di Dusun Pojok, Desa Sanan, Pace. Di sana, ada 38 kepala keluarga yang terdampak luapan. Namun, hanya ada tiga rumah yang kemasukan air dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter.

Lalu, ada pula sebuah rumah di Kelurahan Ganungkidul, Kota Nganjuk yang juga kemasukan air. Menurut Ginem, 60, pemilik rumah di jalan Wilis tersebut rumahnya sudah menjadi langganan banjir luapan tiap tahun. Ketinggian air sekitar 10-15 sentimeter. “Ada tanggul yang jebol. Akhirnya airnya meluap ke sini,” timpal pemilik warung makan tersebut.

Tak hanya banjir, arus deras dari air sungai juga sempat dilaporkan membuat plengseng sungai Widas di Desa Kedungdowo, Kota Nganjuk ambrol. Diperkirakan panjang dan lebarnya mencapai 50 meter. Sedangkan ketinggiannya sekitar 7 meter.

Akibat longsoran tersebut, sebuah kandang milik Satinem, 55, warga Desa Kedungdowo, Kota Nganjuk turut ambrol. Ambrolnya kandang tersebut terjadi sekitar pukul 16.00. Selain kandang, dinding rumah bagian belakang milik perempuan tua itu juga retak.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk Soekonjono membenarkan adanya tanggul yang jebol di Kapas. Sementara itu, banjir luapan di Sanan murni terjadi karena kapasitas sungai yang meluap.

“Warga Kapas telah melakukan kerja bakti dan meminta bantuan glangsing dan juga sesek,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk saat ditanya terkait penanganan tanggul jebol tersebut.

Lebih lanjut, terkait plengseng ambrol di Kedungdowo, Soeko berujar jika kondisinya perlu diwaspadai. Terlebih jika situasi sedang banjir, sewaktu-waktu bisa bertambah parah. “Mengancam fondasi di sana dan rawan,” pungkasnya.

Banjir Mulai Mengancam:

-Hujan deras membuat dua titik tanggul sungai Kelurahan Kapas, Sukomoro jebol. Air merendam pekarangan, jalan dan 10 rumah warga

-Luapan air sungai juga merendam pekarangan dan rumah warga di Dusun Pojok, Desa Sanan, Pace

-Sebagian warga di Kelurahan Ganungkidul, Kota Nganjuk juga tak luput dari luapan air sungai

-Peningkatan debit air juga membuat plengsengan sungai Widas di Desa Kedungdowo, Kota Nganjuk ambrol. Satu kandang milik warga rusak.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia