Minggu, 29 Mar 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Kunjungan ke Saudi Dihentikan, Biro Umrah Terpaksa Jadwal Ulang

28 Februari 2020, 10: 54: 18 WIB | editor : Adi Nugroho

umrah di kediri

SIBUK: Aktivitas di Kemenag Kota Kediri. (Iqbal Syahroni - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Penghentian sementara kunjungan warga negara Indonesia (WNI) ke Arab Saudi langsung berimbas pada biro-biro travel umrah dan haji di Kota dan Kabupaten Kediri. Mereka terpaksa menunda pemberangkatan jamaahnya yang hendak melakukan umrah hingga waktu yang belum bisa mereka pastikan.

“(Sebenarnya) keberangkatan paling dekat tanggal 5 Maret besok,” aku Hj Maslikhah, pemilik Rameyza Tour and Travel.

Bulan depan, menurut Maslikhah, bironya berencana memberangkatkan dua rombongan umrah. Yang berangkat 5 Maret itu berisi 50 orang jamaah. Sedangkan yang kedua rencananya akan bertolak ke Tanah Suci pada 25 Maret. Dengan jumlah jamaah mencapai 52 orang. Dua pemberangkatan itu yang sangat mungkin tak bisa diberangkatkan akibat kebijakan dari pemerintah Arab Saudi itu.

Penangguhan kemarin baru diketahui Maslikhah ketika hendak mengirim data ke provider visa. Ternyata provider memintanya menangguhkan terlebih dulu. “Tadi (kemarin, Red) saya telepon, dilarang, dan diminta untuk ditangguhkan sementara akibat ada imbauan langsung dari pemerintah Arab,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Maslikhah kemudian menghubungi pihak maskapai penerbangan. Karena tiket penerbangan sudah dilunasi untuk 50 orang jamaah yang akan berangkat awal Maret. Pihak maskapai menjamin bahwa uang tidak akan hilang. Karena memang belum waktunya diberangkatkan.  

Bagaimana dengan jamaah yang hendak berangkat? Menurut Maslikhah mereka bisa menerima. Tidak ada yang mengajukan protes.

 “Dari grup WhatsApp juga ada yang bilang untuk ikut aja, dan melihat perkembangan selanjutnya dari pihak Arab Saudi. Kita diselamatkan oleh Allah, begitu, katanya,” ujar Maslikhah, sembari membaca pesan dari salah satu jamaah.

Hal yang sama juga dirasakan Multazam Al Hadi Tour and Travel. Biro pemberangkatan haji dan umroh yang berkantor di Desa Tunglur, Kecamatan Badas ini sebenarnya sudah siap dalam segala hal. Baik transportasi seperti bus, pesawat, hotel dan akomodasi selama di tanah suci. “Secara pribadi kaget, karena kabarnya mendadak,” aku Syamsul Hadi, direktur perusahaan ini.

Di biro perjalanannya, sudah terjadwal pemberangkatan pada 25 Maret nanti. Total ada 90 jamaah dengan kelas VIP. Tentu, dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi itu, membuat para pengusaha biro perjalanan ini merugi.

“Kalau dibilang rugi ya memang rugi. Tapi karena ini sudah menjadi kebijakan pemerintah di sana, maka kita hormati. Demi kebaikan bersama juga,” ungkapnya.

Bahkan data dari Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPHURI), untuk wilayah Jawa Timur, total kerugian mencapai Rp 30 miliar. “Rata-rata persiapan pemberangkatan sudah matang. Kita tetap bertanggung jawab. Ditunda kapan pun kita tetap berangkatkan. Itu menjadi risiko travel,” terangnya.

Rencanannya, Syamsul akan mengumpulkan calon jamaah yang berangkat melalui biro jasanya hari ini. Mereka tetap dibagikan perlengkapan umrah. Tentu sembari menunggu kabar lebih lanjut dari pemerintah. “Semoga ada kabar terbaik,” harapnya.

Nah, setelah ini, Syamsul sudah memiliki rencana untuk melakukan reschedule. Syamsul tak menampik jika ada jamaah yang pasti kecewa. Di Al Mutazam sendiri setiap bulan sebenarnya ada pemberangkatan. Namun karena ada kabar penangguhan ini maka untuk keberangkatan selanjutnya akan dijadikan satu.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Kediri Tjitjik Rahmawati mengatkaan Pemerintah Arab Saudi memang melakukan penangguhan kunjungan ke negara mereka dari beberapa negera termasuk Indonesia. “Benar, ada info dan pemberitahuan langsung. Ini juga dikirimi dari Kemenag Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Tjitjik mengatakan, kankemenag di tiap daerah diinstruksikan untuk memantau dan mengawasi secara langsung. Sebab, larangan pemerintah Arab Saudi itu juga harus dihormati.  “Karena memang, umrah kan, kita menuju suatu negara. Ketika negara yang dituju mengeluarkan aturan seperti itu, karena ada peristiwa luar biasa (Corona, Red), kita harus tetap menghormati,” imbuhnya.

Namun demikian, dia menegaskan, pihak kantor kemenag tetap membuka pelayanan untuk rekomendasi umrah dan calon jamaah haji (CJH). Untuk umrah, hingga saat ini sudah ada 62 rekomendasi yang dikeluarkan sejak Januari.

Demikian pula dengan Kakankemenang Kabupaten Kediri Zuhri. Dia mengatakan bahwa dari kabar pemberhentian sementara ini, Kedubes RI di Arab Saudi masih melobi dan mengusahakan sebaik mungkin untuk jamaah asal Indonesia. “Kabarnya akan tetap mengupayakan Indonesia bisa berangkat,” ucapnya. Termasuk dari pemerintah juga tetap memantau WNI yang ada di sana.

“Mulai hari ini (kemarin, Red) jamaah yang ada di sana memang tidak bisa ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Pemerintah di Arab Saudi tetap memantau kesehatan jamaah,” ujarnya.

Pihaknya menyebut, masyarakat yang hendak umrah untuk sabar dahulu. Karena ini adalah program Pemerintah Arab Saudi, sehingga mohon dimaklumi demi kebaikan dan keselamatan bersama.

“Ini hanya bersifat sementara. Kedubes RI di sana berupaya semoga Indonesia tidak termasuk negara-negara yang dilarang,” ungkapnya. Hal ini juga mengingat di Indonesia sendiri belum ada kasus infeksi dari virus korona ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia