Rabu, 01 Apr 2020
radarkediri
Home > PERSIK KEDIRI
icon featured
PERSIK KEDIRI

CEO Persik Kediri Abdul Hakim Bafagih: Targetnya 10 Besar!

24 Februari 2020, 18: 28: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

persik kediri

MERIAH: Jefferson Alves, pemain baru Persik juga diperkenalkan dalam launching. (Anwar Basalamah - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Persik Kediri resmi meluncurkan tim yang akan terjun di Liga 2020. Sebanyak 25 pemain dikenalkan kepada ribuan Persikmania yang memadati Stadion Brawijaya tadi malam. Perkenalan tersebut ditandai dengan pertandingan uji coba melawan Activ8 All Star.

Dari 25 penggawa anak asuh Joko Susilo itu, penjaga gawang diperkuat tiga pemain. Mereka adalah Dimas Galih, Fajar Setya, dan Junaidi Bakhtiar. Kemudian lini belakang dan tengah masing-masing diisi 9 pemain. Sementara di lini serang ada Patrik Bordon, Septian Satria Bagaskara, Antoni Putro Nugroho, dan Ronaldo Rubener Wanma.

CEO Persik Kediri Abdul Hakim Bafagih mengatakan, konsep launching Persik di Liga 1 sangat berbeda jauh dengan Liga 2 atau Liga 3. Karena berada di kasta tertinggi kompetisi sepak bola tanah air, acaranya dibuat semeriah mungkin. “Konsepnya lebih megah dibanding saat launching di tahun-tahun sebelumnya,” kata Hakim kepada Jawa Pos Radar Kediri.

abdul hakim bafagih

OPTIMISTIS: CEO Persik Kediri Abdul Hakim Bafaqih (tengah) bersama Joko Susilo dan Wahyudi. (Anwar Basalamah - radarkediri)

Karenanya, selain mengenalkan para pemain dan jersey Persik, manajemen juga mengundang mantan pemain legenda di Liga Indonesia. Beberapa di antaranya pernah membela Persik. Yakni Danilo Fernando, Ronald Fagundez, dan Mohamadou Alhadji.

Selain itu, mereka juga mengundang Freddy Mully sebagai juru taktik Activ8 All Star. Seperti diketahui, Freddy pernah menjadi asisten pelatih Persik pada musim kompetisi Liga Indonesia 2005.

Hakim mengungkapkan, kehadiran para legenda legiun asing tersebut diharapkan dapat menularkan suntikan semangat kepada pemain muda Persik. Sebab, dibanding Liga 2 dan 3, persaingan di Liga 1 lebih ketat. “Ada semangat yang ditularkan kepada pemain kami. Itu yang kami inginkan,” ujar pria yang juga anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Skuad Persik memang bermaterikan pemain muda. Namun, Hakim mengaku, optimistis dengan komposisi yang dimiliki timnya saat ini. “Di Liga 2 kami pemain muda kami juga diremehkan. Tetapi akhirnya kami menjadi juara,” tandasnya.

Yang pasti, sebagai pendatang baru, manajemen tidak manargetkan muluk-muluk. Hakim mengatakan, sasaran utamanya adalah bertahan di Liga 1. “Yang penting tidak numpang lewat. Syukur-syukur bisa tembus 10 besar,” ungkap politisi muda ini.

Rasa optimisme dengan skuad muda itu juga dinyatakan Danilo Fernando. Sebagai mantan pemain yang sudah kenyang pengalaman di Liga Indonesia, Danilo mengatakan, Persik tidak perlu khawatir dengan materi pemin muda. “Di Liga Indonesia itu modal utamanya adalah semangat,” kata pria asal Brasil tersebut.

Selama ada semangat dan target, menurut Danilo, tidak ada yang perlu ditakutkan. Baik itu berhadapan dengan pemain yang punya nama besar maupun klub mapan di Indonesia. “Di tim ada pemain beda kota dan negara. Yang pertama harus bisa bersatu,” ucapnya.

Soal pengalaman tersebut, Danilo sudah membuktikannya sendiri. Musim lalu, dia mengalaminya bersama PSS Sleman. Sebagai asisten pelatih, Elang Jawa –julukan PSS- juga bermaterikan pemain muda dan minim pengalaman di Liga 1. “Kami membuktikan bisa bersaing,” kata legenda Persik yang membawa kampiun liga musim 2006 ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia