Sabtu, 04 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Rahmat Mahmudi Mundur, Pilbup Kediri Tanpa Calon Independen

24 Februari 2020, 18: 11: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

pilbup kediri

BATAL NYALON: Rahmad Mahmudi (duduk tengah) berbincang dengan Ketua KPU Kabupaten Kediri Ninik Sunarmi, sebelum jumpa pers kemarin sore. (Samsul Abidin - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Pemilihan kepala daerah Kabupaten Kediri 2020 akhirnya berlangsung tanpa calon dari jalur perseorangan. Pasangan terakhir yang masih bertahan akhirnya memilih mundur. Pasangan itu mengaku kekurangan dukungan untuk memenuhi persyaratan sebanyak 79.715 dukungan di 14 kecamatan.

“Angka riil yang kami input di sistem informasi pencalonan (silon, Red) sampai tadi malam 67.915,” aku Rahmad Mahmudi dalam jumpa pers di kantor KPU Kabupaten Kediri kemarin sore (23/2). Dalam upaya mencalonkan diri itu Rahmad berpasangan dengan Khalid Suharto.

Rahmad mengklaim, sampai detik terakhir sebelum ia memutuskan mundur, masih banyak dukungan yang terus masuk. Namun, menurutnya, hal tersebut belum cukup untuk membantunya maju menjadi bakal calon bupati-wakil bupati Kabupaten Kediri.

“Sampai saat ini terus bergerak jumlah dukungan. Namun saya berpikir tidak bisa memenuhi syarat minimal tersebut,” kilahnya. Rahmad mengaku kedatangannya ke kantor KPU untuk mengapresiasi lembaga ini yang telah memfasilitasi mendaftar dari jalur perseorangan.

Menurutnya relawan pendukungnya sempat mengalami kendala dalam mengumpulkan dukungan. “Ada upaya dari pihak-pihak tertentu untuk menghalangi. Misalnya isu ada salah satu bakal calon dari jalur perseorangan yang tidak terdaftar di KPU mengumpulkan KTP dengan memberi sejumlah uang,” jelasnya.

Menariknya, Rahmad mengaku pasangannya saat ini sebenarnya bukan pasangan sebenarnya bila berhasil lolos sebagai bacabup. Hanya digunakan untuk memenuhi syarat mendapatkan aplikasi silon. Pasangannya itu bisa sewaktu-waktu dia ganti.

Lalu, ke mana arah dukungannya dalam pemilihan bupati nanti? Rahmad menjawab dengan gamblang. “Harus bersih dari dinasti. Program yang telah saya rancang tidak bisa dijalankan oleh dinasti,” jawabnya sembari meninggalkan awak media.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara KPU Kabupaten Kediri Anwar Anshori menjelaskan, kedatangan pasangan yang gagal mendaftar di jalur perseorangan itu  memang untuk menyampaikan kabar merkea tidak bisa memenuhi syarat minimal dukungan. “Di akhir, sampai hari ini, pergerakan di silon sendiri belum ada status kirim. Karena memang bakal calon ini masih menginput terus,” jelasnya.

Anwar juga menjelaskan bahwa terjadi ketidakcukupan untuk memenuhi syarat dukungan minimal tersebut. Yakni 6,5 persen dari jumlah DPT yang sebanyak 1.226.382. “Memutuskan dalam rentang waktu batas terakhir, penyerahan ini tidak terjadi atau dalam istilah silonnya itu batal menyerahkan,” tegasnya.

KPU juga menjelaskan nanti pukul 24.00 WIB semua akun yang ada akan di-closed batal menyerahkan. “Eksekusi di akun komisioner silon tepatnya,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia