Sabtu, 04 Apr 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Ditangkap saat Hendak Transaksi

Polisi Amankan Dua Pengedar Sabu-Sabu

24 Februari 2020, 15: 52: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

TAK BERKUTIK: Tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk menunjukkan sabu-sabu milik Ari (kanan) saat dibekuk di Hotel Sederhana Baron, Rabu (19/2).

TAK BERKUTIK: Tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk menunjukkan sabu-sabu milik Ari (kanan) saat dibekuk di Hotel Sederhana Baron, Rabu (19/2). (Satresnarkoba for radarkediri)

Share this          

BARON, JP Radar Nganjuk - Ari Eka Putra, 24, warga Desa Pisang, Patianrowo harus berurusan dengan tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk. Dia dibekuk lantaran hendak mengedarkan sabu-sabu (SS) seberat 0,32 gram kepada pembelinya di salah satu hotel di Baron, Rabu lalu (19/2).

Serbuk putih itu sendiri diakuinya didapatkan dari Melina Elizabeth, 26, warga Desa Nglawak, Kertosono. Alhasil, tim Rajawali 19 pun turut memburunya. Perempuan yang biasa disapa Lisa itu dibekuk di rumah kosnya di Kelurahan Pakis, Sawahan, Kota Surabaya, Kamis lalu (20/2).

Kasatresnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso mengatakan, Ari mengambil langsung SS tersebut ke rumah kos Lisa. Di sana, dia membeli dua klip sabu dengan berat masing-masing 0,32 gram. Paket tersebut dibelinya dengan harga Rp 400 ribu.

“Satu klip sabu tersebut dipakai sendiri oleh keduanya. Mereka sempat pesta sabu di sana,” ujar Pujo kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Sementara itu, satu klip sabu lainnya merupakan pesanan dari kenalan Ari. Rencananya, transaksi tersebut akan dilakukan di salah satu hotel di Baron. Namun, sebelum hal itu terjadi, petugas sudah dapat menghentikan peredaran serbuk putih tersebut.

“Kami mendapatkan informasi akan adanya peredaran narkoba. Akhirnya tim kami siagakan untuk melakukan penyelidikan,” imbuh Pujo.

Hingga akhirnya, petugas mencurigai Ari yang saat itu baru saja masuk hotel tersebut. Tim langsung melakukan penggerebekan sekitar pukul 20.30. Sejurus kemudian, seluruh badannya langsung digeledah. Benar saja, saat digeledah ditemukan satu klip sabu seberat 0,32 gram yang disimpan di saku depannya.

“Kami juga menemukan sebuah pipet kaca yang masih ada bekas atau sisa sabu-sabunya,” ungkapnya.

Karena mengaku mendapatkan SS tersebut dari Lisa, petugas akhirnya melakukan pengembangan di Kota Pahlawan sehari kemudian. Bersama Ari, petugas langsung meluncur ke rumah kos Lisa. Saat dipastikan benar targetnya ada di sana, petugas pun langsung melakukan penggerebekan dan penggeledahan sekitar pukul 23.30.

Tim Rajawali 19 menemukan satu klip sabu seberat 0,39 gram yang disembunyikan di bawah tempat beras di dalam kamarnya. “Kami juga mengamankan HP merek Vivo yang biasa digunakan tersangka untuk bertransaksi sabu,” tutur Pujo.

Kepada petugas, Lisa mengaku mendapatkan sabu-sabu tersebut dari seorang pengedar yang ada di Surabaya. Kini, pengedar tersebut juga sedang dalam pengembangan oleh tim Rajawali 19. “Yang bersangkutan kini kami masukkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia