Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Hari Peduli Sampah Nasional: Berton-ton Sampah Bikin Masalah 

Berbahaya, Bencana Mengancam 

21 Februari 2020, 18: 32: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

Hari Peduli Sampah Nasional

Hari Peduli Sampah Nasional (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

Pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) hari ini (21/2), Pemkab Kediri masih menghadapi bertumpuknya sampah. Volumenya hingga berton-ton.

Jika tak ditangani dengan baik, sampah bisa menjadi persoalan serius. Banyak dampak negatif dari keberadaan sisa-sisa aktivitas manusia ini. Berbagai upaya harus segera dilakukan. Tak cukup hanya peran pemerintah. Kepedulian individu sangat diperlukan demi mengatasi permasalahan klasik ini.

Dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, setidaknya tahun 2019 di Kabupaten Kediri tercatat ada 503 ton sampah. Itu yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat dalam satu hari.

Volumenya setara dengan luasan 3.162 meter kubik. “Komposisi sampah organik paling besar. Sampai 60,1 persen,” kata Plt Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Dari data hasil survei itu, timbunan sampah terbesar berasal dari kecamatan yang masuk wilayah kategori perkotaan. Seperti Kecamatan Pare, Kecamatan Gurah, Kecamatan Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, dan Kecamatan Wates.

Putut mengatakan, wilayah-wilayah tersebut merupakan pusat kegiatan lokal. Sehingga mempunyai karakteristik perkotaan dengan jumlah penduduk yang relatif besar dibandingkan kecamatan lain.

Di posisi kedua adalah sampah plastik, yakni sebesar 19,2 persen. Dari angka itu, diperkirakan pada 2019 terdapat timbulan sampah plastik sebesar 600 meter kubik setiap hari. Tentu saja, ini menjadi perhatian serius pemerintah.

Putut menyampaikan, timbulan sampah yang tidak terkelola dengan baik, dapat menimbulkan banyak dampak negatif. Salah satunya adalah sebagai sumber penyakit.

“Bisa juga menimbulkan pencemaran tanah, air, dan udara yang berasal dari gas metan yang dihasilkan sampah tersebut,” jelasnya.

Selain itu, jika tak ada penanganan, bisa mengakibatkan penurunan estetika lingkungan, baik karena pemandangan dan bau yang tidak sedap yang ditimbulkan. Bahkan, dampak lain yang cukup berbahaya juga ancaman bencana. Seperti banjir, longsor di lokasi pembuangan sampah, hingga kebakaran.

Putut menambahkan, secara umum pengelolaan sampah perkotaan di Kabupaten Kediri telah dilakukan oleh pemkab. Seperti pewadahan, pengumpulan sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan sementara (TPS), pengangkutan sampah dari TPS ke tempat pemrosesan akhir (TPA), dan pemrosesan akhir sampah di TPA yang terdapat di Desa Sekoto, Kecamatan Badas.

Di TPA Sekoto, pada 2019 sampah dari daerah pelayanan yang masuk mencapai 464 meter kubik per hari atau kurang lebih 73,8 ton. Artinya, jumlah itu setara dengan 14,7 persen dari total timbulan sampah di Kabupaten Kediri.

Salah satu yang sangat berdampak buruk yakni sampah plastik. Putut menjelaskan, plastik merupakan bahan yang sulit bahkan hampir tidak bisa terdekomposisi secara alami.

Ketika dibuang ke lingkungan, sampah jenis ini dapat terpecah menjadi mikroplastik. “Hal itu bisa mencemari badan air dan mengganggu biota air,” jelas Putut.

Misalkan dibakar, proses pembakaran plastik yang tidak sempurna dapat menghasilkan gas-gas berbahaya yang bersifat racun bagi makhluk hidup, misalnya racun dioksin. Untuk itu, Putut menyarankan, agar sampah jenis plastik ini hendaknya tidak dibuang sembarangan. Banyak cara untuk mendaur ulang dan memanfaatkan sampah plastik tersebut. (din/ndr)

Wilayah Timbunan Sampah Terbesar di Kabupaten Kediri

- Kecamatan Pare

- Kecamatan Gurah

- Kecamatan Ngadiluwih,

- Kecamatan Ngasem

- Kecamatan Wates

Dampak Negatif Tumpukan Sampah

- Bisa menjadi sumber penyakit

- Menimbulkan pencemaran tanah, air, dan udara yang berasal dari gas metan

- Dapat mengakibatkan penurunan estetika lingkungan (pemandangan dan bau tak sedap)

- Berbahaya, karena bisa menjadi ancaman bencana (banjir, longsor di lokasi pembuangan sampah, hingga kebakaran)

Pengelolaan Sampah Kabupaten Kediri  

-         Pewadahan dan pengumpulan dari sumber sampah ke TPS

-         Pengangkutan sampah dari TPS ke TPA

-         Pemrosesan akhir sampah di TPA di Desa Sekoto, Kecamatan Badas

-         Sampah masuk TPA Sekoto pada 2019 mencapai 464 meter kubik atau sekitar 73,8 ton per hari

Kelola Sampah Dengan Bijak

-      Pisah tempat sampah organik & anorganik.

-      Ganti Alas Plastik Sampah menjadi koran atau kardus.

-      Manfaatkan sampah organik jadi pupuk kompos.

-      Daur ulang sampah anorganik kering, manfaatkan bank sampah. Bisa juga dikreasikan menjadi kerajinan dan barang yang bernilai jual.

-      Kurangi konsumsi plastik atau sampah yang sulit didaur ulang. Salah satunya adalah bawa tas pribadi jika belanja.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia