Rabu, 08 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Serangan Tikus Meluas di Empat Kecamatan

Dispertan Sudah Berantas dengan Rondentisida

21 Februari 2020, 11: 29: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

Padi

RUSAK: Kepala BPP Jatikalen Nur Abdillah (kiri) dan Penyuluh Pertanian Gilang Jiwandono (kanan) mengecek kondisi padi yang diserang tikus. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Serangan tikus rupanya tidak hanya terjadi di Kecamatan Jatikalen. Empat kecamatan lain seperti Gondang, Berbek, Patianrowo dan Tanjunganom yang jumlahnya sampai ratusan hektare (ha) juga jadi sasaran. Meski tidak sampai gagal panen, serangan hama tikus ini cukup membuat petani resah.

Sebaran wilayah serangan hama tikus itu dibenarkan Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Judi Ernanto. Menurutnya, di awal masa tanam, serangan tikus merata hampir di seluruh wilayah Jawa Timur. “Laporan yang masuk ada lima kecamatan (Jatikalen, Gondang, Berbek, Patianrowo dan Tanjunganom). Sejauh ini langsung kami tangani dengan rondentisida,” kata Judi.

Agar serangan tidak semakin masif, Judi sudah meminta tim lapangan seperti Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melakukan tindakan seperti gropyokan serta memberi insektida untuk mengurangi hama. “Setiap ada laporan masuk langsung ditangani, harapannya bisa meminimalisir penyebaran,” katanya.      

Dia mengatakan, maraknya serangan tikus tersebut disebabkan karena beberapa faktor. Pertama adalah musim kemarau yang cukup panjang. Kedua adalah tempat berkembangbiak tikus yang biasanya berada di tangkis atau pematang sawah kini beralih ke tangkis jalan tol. Biasanya, sawah yang dekat dengan sungai lebih banyak tikusnya. Tapi sekarang sawah yang dekat tol juga banyak tikusnya.

“Kemungkinan tikus berkembang biak di sana (tangkis tol, Red) sangat cepat saat musim kemarau lalu,” jelasnya. Terakhir, meningkatnya jumlah hama tikus itu karena tanam padi awal tahun ini tidak dilakukan secara serempak. Hal ini membuat tikus bisa menyerang pada kawasan tertentu saja.    

Meski lima kecamatan sudah diserang tikus, Judi optimistis target hasil pertanian padi tahun ini bisa tercapai. Dibanding tahun lalu, target produksi padi naik 100 ton. Dari 500 ribu ton menjadi 600 ribu ton. “Itu target dengan luas lahan yang sama dengan 2019, yakni 80 ribu hektare,” ungkapnya.

Target tersebut cukup realistis karena pertanian di wilayah Nganjuk masih ada yang tanam tiga kali dan ada pula yang dua kali. Khusus untuk Kecamatan Prambon dan Ngronggot biasanya bisa tanam sampai tiga kali setiap tahun.

Sementara itu, Kepala Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Hendra Wahyu mengatakan, lahan pertanian di desanya seluas 200 ha sempat diserang tikus. “Petani di desa kami terus turun saat malam hari berburu tikus,” katanya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia