Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Anak Sakit, Janda Siap Dinikahi

21 Februari 2020, 11: 19: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

Hoax

HOAX: Unggahan berita hoax seorang janda yang mengaku siap dinikahi lantaran anaknya dirawat di RSUD Nganjuk, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Beberapa hari terakhir viral unggahan di media sosial dan grup Whatsapp (WA) tentang seorang janda yang siap dinikahi. Tak lain demi pengobatan anaknya yang sedang dirawat di RSUD Nganjuk. Menanggapi hal itu, pihak RSUD Nganjuk memastikan bahwa unggahan tersebut hoax.

Dalam unggahan tersebut, terdapat foto seorang perempuan dan anak kecil dalam kondisi tidur terbaring. Akun itu sendiri menggunakan nama Dewi An. Namun, saat dicek, foto dan pemilik akun itu berbeda dengan pemilik akun itu yang mengunggah berita tersebut.

Akun itu menuliskan penjelasan bahwa anaknya yang bernama Adzkya Putri Prameswari sedang sakit. Lantaran pascaoperasi, dia membutuhkan transfusi darah anaknya dengan golongan AB+. Jika ada yang berkenan membantu, akun itu mengaku bisa ditemui di RSUD Nganjuk.

“Jika ada yang berkenan nulung (membantu, Red), aku nadzar demi Allah Rasullah aku bersedia lahir batin jadi istrinya,” tulis akun yang mengatasnamakan Dewi tersebut.

Bahkan, dalam unggahan tersebut, dia juga menuliskan nomor teleponnya. Yakni agar pria yang berkenan membantu dapat menghubunginya ke nomor tersebut. Namun, saat dicoba dihubungi oleh koran ini, nomor tersebut tidak dapat dihubungi.

“Langsung ketemu mawon (saja, Red) sekarang. Ini WA kulo (saya, Red) 085219354673,” imbuhnya.

Humas RSUD Nganjuk Eko Santoso menegaskan bahwa postingan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dia memastikan unggahan tersebut merupakan berita bohong alias hoax. Hal itu juga ditegaskan dengan unggahan di media sosial milik RSUD Nganjuk.

“Tidak ada pasien dengan nama Adzkya Putri Prameswari di RSUD Nganjuk,” tegas Eko.

Saat dikonfirmasi koran ini, Eko mengaku langsung mengecek daftar pasien di sana. Tak hanya itu, pihaknya juga memeriksa setiap ruangan yang dimungkinkan digunakan oleh anak tersebut. Namun, tetap tidak ada pasien dengan nama tersebut.

“Kami sudah mengecek ke ruangan juga tidak ada nama pasien tersebut,” tandas Eko.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia