Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Tak Hadir, Peserta CPNS Terancam Blacklist

Pengumuman Lolos SKB Disampaikan Bulan Depan

21 Februari 2020, 11: 13: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

CPNS

BERAKHIR: Panitia seleksi daerah (Panselda) BKD Nganjuk mengemasi perangkat komputer dan laptop untuk dibawa ke sekolah asal. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Hari terakhir tes CPNS di Balai Budaya Pu Sindok, Jalan Diponegoro, Kelurahan Mangundikaran berjalan lancar. Selama enam hari, ada 453 peserta yang dinyatakan absen. Selain sengaja tidak datang ke lokasi ujian, ada pula peserta yang datang tapi terlambat. Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengancam akan mem-blacklist mereka.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sopingi melalui Kabid Pengadaan dan Mutasi Agus Heri Widodo yang membenarkan adanya rencana pemberian sanksi tersebut. “Kami di daerah hanya menunggu kebijakan dan aturan resmi dari BKN. Kalau yang tidak hadir diberi sanksi tidak bisa ikut tahun depan pasti akan didata dari pusat,” kata Agus.

Mereka yang terlambat dan tidak ikut ujian juga masuk dalam database yang tidak hadir. “Kalau ini masalah keseriusan dan kedisiplinan, panitia sejak awal sudah memberi waktu 1,5 jam harus sudah siap di lokasi,” katanya.

Karena jumlah yang tidak ikut ujian cukup banyak, rencana BKN untuk mem-blacklist bisa menjadi efek jera bagi peserta lainnya. Khususnya untuk disiplin dan keseriusan menjadi abdi negara.

Bila dilihat dari data jumlah peserta yang tidak masuk dari hari pertama hingga hari terakhir angkanya semakin meningkat. “Tes hari terakhir formasi teknis, jumlah yang tidak masuk paling banyak. Ada 192 peserta,” ucapnya.

Menurut Agus, kebanyakan mereka yang mengambil tenaga teknis sudah bekerja di perusahaan. Oleh karena itu, saat hendak ikut ujian mereka terkendala izin dari perusahaan atau tempat kerjanya. “Ya, ini masalah pilihan pekerjaan,” ungkap Agus.

Karena semua proses pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) sudah selesai, tim BKD langsung menyerahkan berkas ujian ke panitia BKN Regional Jawa Timur. Untuk pengumuman peserta yang lolos ikut seleksi kompetensi bidang (SKB) akan diumumkan Maret nanti. “Kemungkinan awal Maret sudah diumumkan,” ujar pria asli Kelurahan Werungotok ini.

Sementara itu, hingga hari terakhir ujian, nilai tertinggi adalah 422 poin. “Belum ada yang lebih tinggi,” ungkapnya. Setelah ujian berakhir, semua perlengkapan seperti laptop dan komputer yang dipinjam langsung dikembalikan ke sekolah asalnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia