Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

KPK Periksa Lima Saksi

Terkait Kasus TPPU Mantan Bupati Taufiq

21 Februari 2020, 11: 06: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

KPK

BUNGKAM: Joni (bertopi) kembali ke mobil Kejari Nganjuk usai diperiksa oleh penyidik KPK di Polres Nganjuk, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa beberapa saksi di Polres Nganjuk, kemarin. Mereka kembali mendalami kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman.

Setidaknya, ada tiga saksi yang diperiksa di ruang gelar perkara Satreskrim Polres Nganjuk oleh penyidik komisi antirasuah tersebut. Salah satu saksi yang cukup dikenal adalah Joni Tri Wahyudi, 49, warga Kelurahan Werungotok, Kota Nganjuk. Lalu, ada juga dua orang perangkat di Desa/Kecamatan Ngetos yang juga ikut diperiksa.

Joni mulai memasuki ruang pemeriksaan sekitar pukul 11.00 sampai keluar sekitar 15.30.  Dia datang ke Polres Nganjuk dengan pengawalan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk. Pasalnya, Joni kini sedang menjalani proses hukum lantaran diduga melakukan tilap terkait izin tambang pada 2016 silam.

“Iya, ada tahanan saya (Joni, Red) yang dipinjam untuk diperiksa oleh KPK,” kata Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Nganjuk Jemmy Sandra, kemarin.

Menurut Jemmy, pihak KPK memang bersurat dengan Kejari Nganjuk. Namun, dia mengaku tidak perkara pemeriksaannya. Bahkan, setelah selesai pemeriksaan, Joni langsung digelandang kembali ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nganjuk.

“Dari surat penetapan majelis hakim, (Joni hanya diperiksa) hanya untuk hari ini (kemarin, Red),” imbuh Jemmy.

Namun, Joni diduga kuat diperiksa lantaran rekam jejaknya yang diketahui dekat dengan Taufiq. Bahkan, dia dikenal sebagai tangan kanan pria asal Jombang itu. Terutama pada saat periode pertamanya menjabat bupati.

Joni sendiri memilih bungkam saat dikonfirmasi oleh koran ini seusai pemeriksaan tersebut. Dia hanya tersenyum sembari menunduk saat dicecar pertanyaan. Ia hanya sempat menjawab singkat pertanyaan koran ini soal pemeriksaan. “Iya,” ujar Joni sambil terus berjalan menuju mobil Kejari Nganjuk.

Sementara itu, Sudarsono, salah satu perangkat Desa/Kecamatan Ngetos mengatakan, dirinya diperiksa terkait jual-beli tanah di desanya. Namun, dia mengaku tidak mengetahui detail berapa ukuran dan untuk apa tanah tersebut dibeli.

“Yang saya tahu tanah itu yang beli Pak Camat Ngetos pada waktu itu. Kalau untuk suruhan Pak Taufiq atau bukan, saya kurang tahu,” akunya.

Dia mengatakan, tanah dibeli dengan harga sekitar Rp 200 juta. Namun, untuk ukuran luas tanahnya, Sudarsono tidak tahu. Selain masalah tanah, dia mengklaim penyidik tidak menanyainya perkara lain. “Tidak ada, cuma terkait tanah saja,” katanya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan membenarkan ada agenda pemeriksaan dari pihak KPK. “Iya benar. Tim dari KPK izin meminjam ruangan untuk melakukan pemeriksaan terkait perkara TPPU mantan Bupati Nganjuk (Taufiqurrahman),” ungkapnya.

Sepengetahuannya, memang ada tiga saksi yang dihadirkan dalam pemeriksaan tersebut. Hanya saja, dia mengaku tidak mengetahui identitas dari saksi itu. “Untuk materi pemeriksaannya apa saja, saya juga kurang tahu,” imbuh perwira pemilik dua balok di pundak ini.

Menurut Nikolas, tim KPK tersebut hanya meminjam ruangan untuk satu hari saja. Setelah itu tidak ada lagi pemeriksaan lanjutan di Polres Nganjuk. “Besok (hari ini, Red) sudah tidak ada,” ucap pria asal Jogjakarta ini.

Untuk diketahui, tim dari KPK meninggalkan Polres Nganjuk sekitar pukul 16.00. Tidak ada satu anggota pun yang berkenan memberikan pernyataan terkait pemeriksaan itu. Begitu juga dengan jubir KPK Ali Fikri di Jakarta juga tidak memberikan konfirmasi saat dihubungi koran ini.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia