Rabu, 08 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Dua Bulan, Enam Orang Terkena DBD

Hujan Deras, Dinkes Minta Masyarakat Waspada

19 Februari 2020, 12: 42: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

DB

Demam Berdarah (Grafis: Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Meski tak sebanyak tahun lalu, kasus demam berdarah dengue (DBD) terus bertambah. Sejak Januari hingga minggu ketiga Februari ini, total sudah ada enam orang yang terkena penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, enam kasus DBD ditemukan di Bagor, Baron, Sukomoro, Gondang, Ngluyu, dan Rejoso. Selain enam kasus DBD, total ada 29 kasus demam dengue (DD).

Meski ada puluhan kasus, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Nganjuk Syaifulloh memastikan semua korban selamat. “Belum ada kasus yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Syaifulloh.

Diakui Syaifulloh, di lapangan banyak beredar kabar yang beragam. Karenanya, dia meminta masyarakat untuk tak mudah percaya. Sebab, patokan penentuan penyakit itu sesuai diagnosa. “Bukan mengira-ngira,” lanjutnya sembari menyebut kabar tentang kematian korban DBD itu meresahkan warga.

Lebih jauh Syaifulloh mengungkapkan, kasus DBD tahun ini jauh lebih kecil dibanding tahun lalu. Meski demikian, dia tetap meminta masyarakat untuk waspada.

Terutama jika merasakan ciri-ciri penyakit demam berdarah. Di antaranya, terdapat bintik merah di kulit, serta demam lebih dari tiga hari tidak turun. “Kalau demam lebih dari tiga hari tidak turun, segera periksakan ke dokter atau puskesmas,” pintanya.

Deteksi dini, terang Syaifulloh, tidak hanya akan memudahkan penanganan. Melainkan juga akan menyelamatkan nyawa pasien. “Jangan sampai penanganannya terlambat,” tegasnya.

Seperti sebelumnya, Syaifulloh meminta masyarakat menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk. Yakni, dengan melakukan 3 M. Yakni, menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas, dan menguras bak mandi.

Syaifulloh menuturkan, PSN tetap cara yang paling efektif untuk mencegah demam berdarah. Adapun pengasapan alias fogging, baru akan dilakukan jika di lingkungan setempat ditemukan kasus DBD. “Kalau sesuai hasil PE (penyelidikan epidemologi, Red) positif, baru akan di-fogging,” jelasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia